DPUPR Kabupaten Probolinggo Latih Warga Desil 1 Jadi Tukang Bersertifikat


Kraksaan, Lensaupdate.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Probolinggo mulai menjalankan program pelatihan tenaga kerja konstruksi bagi masyarakat desil 1 sebagai langkah mendukung percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Probolinggo.

Sekretaris DPUPR Kabupaten Probolinggo Asrul Bustami mengatakan program tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk meningkatkan keterampilan masyarakat kurang mampu sekaligus membuka akses lapangan pekerjaan baru di sektor konstruksi.

“Program ini diarahkan untuk membantu masyarakat desil 1 agar memiliki keterampilan sebagai tenaga konstruksi yang terampil dan nantinya memperoleh sertifikat kompetensi,” ujarnya.

Menurut Asrul, pendataan peserta telah dilakukan sejak 7 Mei 2026 di tiga kecamatan menggunakan sistem by name by address guna memastikan program tepat sasaran bagi warga yang benar-benar membutuhkan.

Peserta yang sebelumnya belum memiliki kemampuan di bidang pertukangan akan mendapatkan pelatihan secara bertahap hingga mampu bekerja secara mandiri dalam pekerjaan konstruksi bangunan maupun gedung.

“Masyarakat yang sebelumnya belum memahami pekerjaan konstruksi akan dilatih sampai terampil. Setelah itu mereka juga akan mendapatkan sertifikat kompetensi sebagai pengakuan kemampuan kerja,” jelasnya.

Pelatihan tersebut rencananya dipusatkan di Kecamatan Wonomerto, Maron dan Kraksaan dengan menghadirkan instruktur dari LSP Bina Konstruksi Nusantara.

Asrul menambahkan setelah menyelesaikan pelatihan, peserta diharapkan dapat terlibat dalam berbagai pekerjaan konstruksi, baik proyek pemerintah, sektor swasta maupun pekerjaan mandiri di lingkungan masyarakat.

“Harapannya warga yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan tetap nantinya dapat memperoleh penghasilan dan meningkatkan taraf hidup keluarga,” katanya.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Satgas Kemiskinan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam memperluas akses kerja bagi masyarakat melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.

Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi tersebut, masyarakat diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk bekerja pada program padat karya maupun proyek konstruksi lainnya.

“Kami berharap masyarakat desil 1 bisa memiliki keterampilan, memperoleh sertifikat dan akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan hidupnya secara mandiri,” pungkasnya. (nab/zid)