DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Perkuat Sinergi Penanganan Kasus Perempuan dan Anak


Dringu, Lensaupdate.com - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi jejaring perlindungan perempuan dan anak sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan kasus perempuan dan anak di Kabupaten Probolinggo, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri dari unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah terkait, lembaga masyarakat, Forum Anak hingga Duta Genre Kabupaten Probolinggo.

Rakor dilaksanakan untuk memperkuat koordinasi antar lembaga dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak yang masih rentan mengalami kekerasan, diskriminasi, eksploitasi maupun penelantaran.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Rigustina mengatakan penanganan persoalan perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara terpadu.

“Jejaring perlindungan perempuan dan anak sangat penting untuk memastikan layanan penanganan kasus berjalan cepat, tepat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Tina, rakor tersebut menjadi sarana penguatan koordinasi, sinkronisasi program serta penegasan peran masing-masing lembaga dalam memberikan layanan perlindungan yang responsif terhadap korban.

Dalam pertemuan itu, sejumlah isu utama dibahas, mulai dari penguatan koordinasi lintas sektor, pembagian tugas dan fungsi antar lembaga hingga pembangunan sistem respons cepat terpadu dalam penanganan kasus perempuan dan anak.

“Forum ini juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait mekanisme penanganan kasus yang berperspektif korban,” jelasnya.

Tina berharap kegiatan tersebut dapat menghasilkan penguatan mekanisme kerja jejaring perlindungan perempuan dan anak sekaligus membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan perlindungan di daerah.

Selain itu, DP3AP2KB juga mendorong pembentukan Satgas PMPA sebagai langkah percepatan penanganan kasus perempuan dan anak secara terpadu.

Sementara Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo A’at Kardono menegaskan perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor yang kuat,” katanya.

Menurut A’at, jejaring perlindungan perempuan dan anak memiliki peran strategis mulai dari pengaduan, pendampingan korban, layanan kesehatan, rehabilitasi sosial hingga bantuan hukum dan reintegrasi sosial.

Karena itu, komunikasi dan koordinasi antar lembaga harus terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal dan tepat sasaran.

“Melalui forum ini kami berharap lahir langkah konkret dalam meningkatkan kualitas layanan perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (mel/fas)