Maron, Lensaupdate.com - Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi pengurus dan pengawas Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) se-Kecamatan Maron dalam rangka mendukung pelaksanaan TMMD ke-128, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Café Dam 8 Desa Brabe Kecamatan Maron tersebut diikuti 40 peserta dari unsur pengurus dan pengawas KDMP. Para peserta mendapatkan materi tentang perkoperasian, Simkopdes, jati diri koperasi hingga laporan rapat anggota tahunan (RAT).
Materi disampaikan oleh Pengawas Koperasi DKUPP Kabupaten Probolinggo Josef Teguh Sulaksono. Selain itu, peserta juga memperoleh motivasi usaha dari Ketua KDMP Wringinanom Kecamatan Kuripan Rudi yang dinilai sukses mengembangkan berbagai unit usaha koperasi.
KDMP Wringinanom diketahui telah mengelola sejumlah unit usaha mulai toko sembako, kios pupuk subsidi, sub pangkalan LPG 3 kilogram hingga layanan agen perbankan.
Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto melalui Kepala Bidang Perkoperasian Ary Sulistyowati mengatakan peningkatan kapasitas SDM pengurus koperasi menjadi langkah penting agar koperasi mampu berkembang secara sehat, profesional dan dipercaya anggota.
“Pengurus adalah jantung koperasi. Kalau SDM pengurusnya bagus, koperasi tidak akan jalan di tempat. Karena itu peningkatan kapasitas ini penting agar koperasi semakin sehat, maju dan dipercaya anggota,” katanya.
Menurut Ary, pengurus koperasi tidak cukup hanya memiliki semangat, tetapi juga harus memahami manajemen koperasi, akuntansi, regulasi hingga inovasi usaha agar mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital.
“Tujuan utamanya agar koperasi dikelola secara profesional. Pengurus harus memahami akuntansi, manajemen risiko, laporan keuangan hingga aturan perkoperasian supaya koperasi berjalan baik dan aman dari persoalan hukum,” jelasnya.
Ary menambahkan peningkatan kualitas SDM akan berdampak langsung terhadap pelayanan kepada anggota, penguatan keuangan koperasi serta tumbuhnya inovasi usaha baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan anggota.
“Kalau pengurus kompeten, pelayanan kepada anggota akan lebih baik, transparan dan terpercaya. Anggota pun semakin yakin untuk menyimpan maupun meminjam di koperasi,” terangnya.
Selain memperkuat kapasitas pengurus, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan regenerasi kepengurusan koperasi agar organisasi tetap berkembang dan berkelanjutan.
“Intinya SDM pengurus naik, koperasi juga naik kelas. Dari koperasi yang sebelumnya jalan lambat menjadi koperasi yang benar-benar mampu menyejahterakan anggotanya,” pungkasnya. (ren/zid)
