Disporapar Kabupaten Probolinggo Cetak Desainer Kreatif Lewat Pelatihan Sketsa Fesyen


Dringu, Lensaupdate.com - Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo bersama Dekranasda Kabupaten Probolinggo menggelar pelatihan subsektor fashion (fesyen) bertema “Sketsa Desain” bagi pelaku ekonomi kreatif dan desainer muda, Kamis (7/5/2026) di ruang pertemuan Diklat BKPSDM Kabupaten Probolinggo.

Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka terdiri dari pelaku ekonomi kreatif subsektor fesyen, pelaku kriya dan pembatik yang memiliki minat di bidang fesyen serta siswa SMK jurusan fesyen di Kabupaten Probolinggo.

Peserta mendapatkan materi dari pendiri Malang Fashion Week Agus Sunandar dan pemilik Wardah Assu’udiyah Boutique Wardah Assu’udiyah. Pelatihan difokuskan pada pengembangan kreativitas, inovasi desain, pemanfaatan aplikasi digital serta pemahaman tren pasar untuk meningkatkan daya saing produk fesyen lokal.

Kegiatan dibuka Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris didampingi Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto.

Ketua Dekranasda Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris mengatakan Kabupaten Probolinggo memiliki potensi besar di sektor fesyen yang perlu terus dikembangkan melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan desainer muda.

“Pengembangan kemampuan desainer merupakan hal penting karena dunia fesyen membutuhkan kreativitas, inovasi, digitalisasi desain dan pemahaman tren pasar agar mampu memperkuat daya saing produk,” katanya.

Menurut Ning Marisa, keberhasilan produk fesyen tidak hanya ditentukan kualitas bahan maupun motif, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam menghadirkan inovasi dan pelayanan yang baik kepada konsumen.

“Nilai lebih di mata konsumen tidak hanya berasal dari motif dan kualitas bahan, tetapi juga inovasi desain, pelayanan cepat, keberlanjutan produksi dan komitmen terhadap kualitas,” jelasnya.

Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu mengembangkan keterampilan membuat desain kreatif, memahami teknik produksi hingga membaca kebutuhan pasar agar produk lokal semakin kompetitif.

“Saya berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan para desainer dalam menciptakan pola yang kreatif, bernilai jual dan mampu memperkuat ikon batik Probolinggo,” terangnya.

Selain memperkuat kualitas sumber daya manusia, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan membuka peluang usaha baru di Kabupaten Probolinggo.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi pelaku industri batik dan fesyen serta membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (mel/fas)