Kraksaan, Lensaupdate.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo terus mendorong modernisasi pengelolaan perpustakaan sekolah melalui sosialisasi aplikasi Inlis Lite yang digelar di ruang Pustakaloka Kantor Dispersip Kabupaten Probolinggo, Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Ulfiningtyas dan diikuti 35 peserta yang terdiri dari kepala sekolah SD dan SMP negeri maupun swasta, pustakawan serta pengelola perpustakaan sekolah di Kabupaten Probolinggo.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya penguatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial sekaligus meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sekolah melalui penerapan sistem digitalisasi.
Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Ulfiningtyas menegaskan perpustakaan memiliki posisi strategis dalam mendukung dunia pendidikan, terutama dalam membangun budaya membaca, literasi dan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
“Perpustakaan sekolah menjadi pusat pembelajaran yang sangat penting karena dari sanalah tumbuh budaya literasi dan budaya riset di lingkungan pendidikan,” katanya.
Menurutnya, pengelolaan perpustakaan sekolah di Kabupaten Probolinggo masih didominasi sistem manual. Berdasarkan data hingga April 2026, baru sebagian kecil sekolah yang telah menerapkan sistem automasi perpustakaan.
“Masih banyak sekolah yang melakukan pencatatan buku dan administrasi secara manual. Kondisi ini perlu segera ditingkatkan agar layanan perpustakaan menjadi lebih efektif dan modern,” jelasnya.
Ulfi menambahkan penerapan sistem digital saat ini juga menjadi bagian penting dalam standar nasional perpustakaan dan penilaian akreditasi sekolah.
“Pengelolaan perpustakaan berbasis digital sudah menjadi kebutuhan. Sistem automasi akan mempermudah pelayanan, pencarian koleksi hingga penyusunan laporan administrasi,” terangnya.
Melalui penggunaan aplikasi Inlis Lite versi 3.5 yang dikembangkan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Dispersip bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo menargetkan 60 persen perpustakaan sekolah di Kabupaten Probolinggo telah menerapkan sistem automasi pada akhir tahun 2026.
Ulfiningtyas berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan sistem tersebut di sekolah masing-masing guna mendukung terwujudnya budaya literasi yang lebih maju dan berdaya saing.
“Melalui digitalisasi perpustakaan, kami berharap kualitas layanan pendidikan dan literasi di Kabupaten Probolinggo semakin meningkat,” pungkasnya. (nab/zid)
