Kraksaan, Lensaupdate.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo menggelar halal bihalal bersama para koordinator donor darah Unit Donor Darah (UDD) di Kantor PMI Kabupaten Probolinggo di Desa Sumberlele Kecamatan Kraksaan, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam memenuhi kebutuhan darah di Kabupaten Probolinggo.
Mengusung tema “Bersih Hati, Eratkan Kolaborasi, Tingkatkan Dedikasi Donor Darah”, acara tersebut dihadiri pengurus PMI serta koordinator donor dari berbagai unsur, mulai komunitas, instansi pemerintah hingga lembaga pendidikan. Kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo ke-280.
Ketua PMI Kabupaten Probolinggo dr. Adi Nugroho menyampaikan bahwa kebutuhan darah di wilayahnya masih cukup tinggi dan perlu dukungan semua pihak.
“Kebutuhan darah di Kabupaten Probolinggo saat ini sekitar 700 kantong per bulan. Kami berharap bisa meningkat hingga 1.000 kantong agar tidak bergantung pada suplai dari daerah lain,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam kegiatan donor darah, mengingat darah tidak dapat diproduksi secara buatan.
“Donor darah sangat bergantung pada kepedulian masyarakat. Oleh karena itu, kami terus mendorong partisipasi agar kebutuhan darah dapat terpenuhi,” jelasnya.
Menurut Adi, PMI juga terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk dengan pengadaan alat pengolah trombosit yang diharapkan segera dapat dioperasikan secara optimal.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan profesional, meskipun masih ada beberapa kebutuhan teknis yang harus dilengkapi,” tambahnya.
Ia juga meluruskan persepsi masyarakat terkait biaya donor darah. “Donor darah itu gratis. Biaya yang dibayarkan adalah untuk proses pengolahan hingga darah siap digunakan dan aman bagi pasien,” tegasnya.
Sementara perwakilan koordinator donor darah Muhammad Islahuddin menyatakan pihaknya akan terus mengajak masyarakat untuk aktif mendonorkan darah.
“Kami semakin termotivasi untuk mengedukasi masyarakat. Dukungan dari petugas UDD juga sangat membantu dalam mengingatkan jadwal donor,” katanya.
Kegiatan ini juga diisi tausiah oleh Hasan Basri yang menyampaikan bahwa donor darah merupakan bentuk ibadah sekaligus wujud kepedulian terhadap sesama.
Sebagai penutup, panitia memberikan doorprize kepada para koordinator donor darah sebagai bentuk apresiasi. Suasana kebersamaan yang terjalin diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam menjaga ketersediaan darah bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)
