Kraksaan, Lensaupdate.com - Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Probolinggo menggelar Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar 2026 bertajuk “UMKM Tumbuh, Nasabah Naik Kelas” di Gedung Islamic Center Kraksaan, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan yang diikuti ratusan nasabah Mekar ini mengusung tema “Perempuan Berdaya, Bijak Mengelola Modal, Berani Katakan Tidak Pada Pinjol”. Acara tersebut dihadiri Pemimpin PNM Cabang Probolinggo Agung Prihantoro, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Munaris, perwakilan Bank Rakyat Indonesia (BRI) serta Pegadaian.
PKU Akbar ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, mulai dari layanan cek kesehatan gratis, pelatihan legalitas usaha, pemasaran digital, pelatihan memasak olahan ikan, pameran produk UMKM hingga khitan massal bagi 20 anak nasabah Unit Mekar.
Pemimpin PNM Cabang Probolinggo Agung Prihantoro menegaskan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen PNM dalam mendorong pelaku usaha ultra mikro agar berkembang dan naik kelas. “Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi komitmen bersama agar nasabah, khususnya ibu-ibu, mampu mengelola keuangan secara bijak dan tidak terjebak pinjaman online ilegal,” ujarnya.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi keluarga. Pemberdayaan perempuan dinilai menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi kuat. Dari keluarga yang kuat inilah ekonomi akan tumbuh,” tegasnya.
Agung juga memaparkan capaian PNM Cabang Probolinggo yang telah melayani lima wilayah dengan 41 unit layanan. "Secara kumulatif sejak 2017, pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp9 triliun dengan jumlah nasabah mencapai 2,2 juta orang," lanjutnya.
Sementara itu, di Kabupaten Probolinggo sendiri, pembiayaan yang bergulir mencapai Rp407 miliar dengan total 117.652 nasabah. “Kami ingin UMKM tidak hanya tumbuh, tetapi juga naik kelas, ditandai dengan peningkatan omzet, pendapatan dan kapasitas usaha,” imbuhnya.
Sementara Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengapresiasi peran aktif pelaku UMKM, khususnya perempuan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami optimistis ekonomi Kabupaten Probolinggo akan terus meningkat berkat sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan dan pelaku usaha,” katanya.
Ia juga menghimbau masyarakat agar bijak dalam mengelola keuangan dan menghindari pinjaman ilegal. “Jika membutuhkan modal, manfaatkan lembaga resmi seperti perbankan atau Pegadaian. Jangan sampai terjerat pinjaman ilegal yang merugikan,” tegasnya.
Melalui PKU Akbar 2026 ini, PNM bersama pemerintah daerah berharap pelaku UMKM semakin mandiri, berdaya saing serta mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (nab/zid)
