Perkuat PSC 112, Pemkot Probolinggo Latih BHD untuk Respon Darurat Cepat


Probolinggo, Lensaupdate.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo terus memperkuat sistem pelayanan kegawatdaruratan terpadu melalui dukungan terhadap layanan PSC 112. Upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi tenaga kesehatan, pengemudi ambulans dan petugas Satpol PP oleh Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo, Jum'at (10/4/2026) di Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin didampingi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Rey Suwigtyo. Turut hadir Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Probolinggo dr. Trinandika Ardhana, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Probolinggo Nursamsu, Kepala Satpol PP serta para camat se-Kota Probolinggo.

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo dr. Intan Sudarmadi menjelaskan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam memberikan Bantuan Hidup Dasar sekaligus memperkuat respons cepat terhadap kondisi kegawatdaruratan medis.

“Pelatihan ini menjadi sarana membangun koordinasi dan sinergi antara tenaga kesehatan, pengemudi ambulans dan petugas Satpol PP, sehingga respons darurat bisa dilakukan secara terpadu dan optimal,” ujarnya.

Sebanyak 64 peserta mengikuti pelatihan ini yang berasal dari berbagai unsur layanan darurat. Mereka mendapatkan materi dari instruktur kompeten di bidang kegawatdaruratan medis yang berasal dari IDI dan PPNI Kota Probolinggo.

Sementara Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan pentingnya penguasaan Bantuan Hidup Dasar sebagai langkah awal penyelamatan nyawa sebelum penanganan lanjutan dilakukan.

“Bantuan hidup dasar adalah pertolongan pertama yang sangat menentukan. Tanpa tindakan awal yang tepat, kondisi darurat bisa berujung fatal,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mental dan kecepatan respons petugas dalam menghadapi situasi darurat. Menurutnya, setiap tindakan harus dilakukan berdasarkan prosedur yang benar agar tidak memperparah kondisi pasien.

Ke depan, Pemerintah Kota Probolinggo juga menyiapkan mobil Siap Aksi Langsung Digas (SIGAS) yang akan disiagakan di Gedung Meteor. Kendaraan multiguna ini dirancang untuk mendukung penanganan darurat, mulai dari evakuasi pasien, korban bencana hingga pengangkutan jenazah.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelatihan dan simulasi penanganan kasus darurat. Wali Kota turut meninjau langsung jalannya simulasi guna memastikan peserta memahami prosedur keselamatan dan tindakan medis yang tepat.

Salah satu peserta, Rizky (35), pengemudi ambulans, mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kepercayaan diri saat menghadapi situasi genting.

“Kami jadi lebih paham langkah pertolongan pertama yang cepat dan tepat, sehingga tidak lagi bingung saat menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh petugas semakin siap dan sigap dalam memberikan pelayanan kegawatdaruratan, sekaligus memperkuat sistem layanan PSC 112 di Kota Probolinggo. (mel/fas)