Kraksaan, Lensaupdate.com - Penguatan ekosistem pendidikan di Kabupaten Probolinggo memasuki babak baru melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) lintas lembaga dalam rapat koordinasi dan evaluasi (rakorev) di Aula Universitas Islam Zainul Hasan (Unzah) Genggong Kraksaan, Selasa (28/4/2026).
Kolaborasi ini melibatkan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo serta Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan nilai keagamaan, kebangsaan dan demokrasi dalam sistem pendidikan.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Samsur, Ketua MUI Kabupaten Probolinggo KH. Abdul Wasik Hannan, Ketua KPU Kabupaten Probolinggo Ali Wafa serta Rektor Unzah Genggong Prof. Dr. Abdul Aziz Wahab yang juga menjabat Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo.
Ketua panitia Ahmad Zamroni menyampaikan kegiatan ini diikuti 140 peserta yang terdiri dari kepala satuan pendidikan dan pengawas se-Kabupaten Probolinggo.
“Rakor ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan langkah dalam meningkatkan kualitas pendidikan agar mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Samsur menegaskan pentingnya tata kelola lembaga pendidikan yang profesional dan akuntabel.
“Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci agar kepercayaan masyarakat terus meningkat. Peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari manajemen yang baik,” ungkapnya.
Sementara Ketua MUI Kabupaten Probolinggo KH. Abdul Wasik Hannan menekankan pentingnya pendidikan dalam membentuk karakter dan moral generasi muda di tengah arus globalisasi.
“Pendidikan tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga harus melahirkan pribadi yang berakhlak dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Ketua KPU Kabupaten Probolinggo Ali Wafa menyoroti pentingnya literasi demokrasi bagi pelajar sebagai bagian dari pendidikan kewarganegaraan.
“Generasi muda perlu memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara sejak dini agar tumbuh menjadi pribadi yang sadar demokrasi,” jelasnya.
Sementara Rektor Unzah Genggong Prof. Dr. Abdul Aziz Wahab menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik dan kurikulum.
“Sinergi ini harus diwujudkan dalam program nyata yang berdampak langsung dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, diharapkan kualitas pendidikan di Kabupaten Probolinggo semakin meningkat serta mampu mencetak generasi yang unggul, berdaya saing dan berkarakter. (nab/zid)
