Kraksaan, Lensaupdate.com - Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia–Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Probolinggo menggelar halal bihalal sebagai momentum memperkuat soliditas dan sinergi antar pendidik anak usia dini di aula TK Negeri Pembina 2 Kraksaan, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus IGTKI-PGRI dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono bersama sejumlah pejabat di lingkungan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo.
Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo Ellyzabeth Evelyn mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca Idul Fitri, tetapi juga sarana memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
“Halal bihalal ini menjadi momen untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat sinergi dalam menjalankan peran sebagai pendidik anak usia dini,” ujarnya.
Vivien menegaskan guru TK memiliki peran penting dalam membentuk karakter dasar anak sejak usia dini. Oleh karena itu, diperlukan kekompakan dan kolaborasi yang kuat antar pendidik agar proses pembelajaran berjalan optimal.
“Dengan semangat kebersamaan, kami ingin terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperkuat karakter anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” jelasnya.
Sementara Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menekankan pentingnya menjaga soliditas antar tenaga pendidik di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang. “Kebersamaan ini adalah kekuatan utama. Dengan sinergi yang baik, kita mampu menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata,” katanya.
Menurutnya, pendidikan anak usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dan kemampuan dasar siswa sebelum memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan penanaman nilai-nilai budaya.
“Teknologi harus dimanfaatkan secara bijak, namun nilai karakter dan budaya tetap menjadi prioritas dalam proses pembelajaran,” imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh guru TK di Kabupaten Probolinggo semakin solid dan mampu beradaptasi dengan berbagai dinamika pendidikan, sehingga kualitas pembelajaran anak usia dini terus meningkat. (nab/zid)
