Pajarakan, Lensaupdate.com - Upaya transformasi sistem keamanan berbasis digital di Kabupaten Probolinggo mulai mendapat perhatian serius. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas sektoral bersama Komisi I dan Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo yang membahas integrasi surveillance terpadu untuk mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
RDP yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo Mochammad Al Fatih menghadirkan berbagai unsur, termasuk perwakilan pemerintah daerah dan pelaku usaha. Dalam forum tersebut, Wakil Ketua Bidang Investasi KADIN Kabupaten Probolinggo Yuli Hermawan memaparkan konsep integrasi sistem CCTV online berbasis Smart City.
Menurut Hermawan, penguatan keamanan daerah melalui teknologi surveillance harus dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan pemerintah dan sektor swasta, mulai dari toko ritel modern, perusahaan hingga kawasan perumahan.
“Keterlibatan sektor usaha dalam pemasangan CCTV yang terkoneksi langsung ke server Diskominfo menjadi langkah strategis untuk mendukung keamanan wilayah secara terpadu,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Hermawan menekankan empat pilar utama yang dinilai penting dalam membangun sistem keamanan digital di Kabupaten Probolinggo.
Pertama, akurasi pemetaan wilayah rawan kriminalitas agar pemasangan perangkat surveillance lebih tepat sasaran. Kedua, integrasi seluruh perangkat CCTV ke dalam satu server pusat di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dengan konsep Smart City.
Ketiga, standarisasi spesifikasi perangkat CCTV agar kualitas visual tetap optimal namun dengan biaya yang efisien bagi pelaku usaha. Sedangkan poin keempat adalah penguatan regulasi sebagai dasar hukum pelaksanaan program.
“Gagasan besar ini memerlukan jangkar hukum yang kuat. Kami mendorong agar rencana ini segera dituangkan dalam Peraturan Bupati atau minimal Surat Edaran Bersama agar implementasinya di lapangan bisa berjalan optimal,” tegasnya.
Hermawan juga menilai stabilitas keamanan merupakan faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif di Kabupaten Probolinggo.
Sementara Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo Mochammad Al Fatih mengapresiasi berbagai masukan dan formulasi yang disampaikan pihak KADIN. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan keamanan di era digital.
“Kami menyambut baik masukan dari KADIN dan akan mengawal agar poin-poin teknis maupun regulasi yang disampaikan bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah,” katanya.
Melalui RDP tersebut, DPRD Kabupaten Probolinggo berharap penguatan sistem keamanan berbasis teknologi dapat menjadi bagian dari transformasi menuju tata kelola daerah yang modern, aman dan mendukung pertumbuhan investasi. (nab/zid)
