Disporapar Kabupaten Probolinggo Uji Coba Tiket Online Bromo Tingkatkan Layanan Wisata


Sukapura, Lensaupdate.com - Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo melakukan uji coba sistem tiket online di kawasan Gunung Bromo sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan wisata, Sabtu dan Minggu (11–12/4/2026).

Uji coba ini dilaksanakan bertepatan dengan dua event besar, yakni Bromo Sunset Music and Culture di Seruni Point dan Bromo Medic Run yang dimanfaatkan sebagai momentum sosialisasi langsung kepada wisatawan di tengah tingginya kunjungan.

Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi melalui Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Umi Subiyantiningsih menyampaikan penerapan tiket online merupakan langkah strategis menuju pengelolaan wisata yang lebih modern dan transparan.

“Uji coba ini menjadi bagian dari upaya kami meningkatkan pelayanan kepada wisatawan sekaligus mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan tiket secara digital,” ujarnya.

Menurut Umi, sistem ini tidak hanya mempermudah wisatawan dalam membeli tiket, tetapi juga membantu pengaturan arus kunjungan agar lebih tertib dan terkontrol. “Dengan sistem online, wisatawan diharapkan sudah memiliki tiket sebelum tiba di lokasi, sehingga dapat mengurangi antrean dan penumpukan di pintu masuk kawasan wisata,” jelasnya.

Selama pelaksanaan uji coba, petugas Disporapar ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk memberikan informasi sekaligus mengarahkan pengunjung yang belum memiliki tiket agar melakukan pembelian secara daring terlebih dahulu.

Meski secara umum berjalan lancar, Umi mengakui masih terdapat sejumlah kendala, di antaranya belum meratanya pemahaman wisatawan terhadap sistem digital, keterbatasan akses pembayaran elektronik serta kondisi jaringan internet di beberapa titik kawasan wisata.

“Kami menyadari masih ada tantangan, terutama terkait literasi digital dan infrastruktur jaringan. Namun ini menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” tambahnya.

Ke depan, Disporapar akan meningkatkan intensitas sosialisasi, memperkuat jaringan internet di kawasan wisata serta menyediakan layanan bantuan transaksi bagi wisatawan yang mengalami kendala.

“Harapan kami, masyarakat dan wisatawan dapat mendukung sistem ini sebagai langkah menuju pengelolaan pariwisata yang lebih profesional, tertib dan berkelanjutan,” pungkasnya. (mel/fas)