Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo mengintensifkan persiapan program seleksi 1000 tahfidz untuk siswa SD dan SMP melalui technical meeting bersama dewan juri dari Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (JQH) NU Kraksaan, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan pelaksanaan seleksi berjalan optimal sekaligus mencetak generasi muda yang memiliki kecakapan dalam menghafal Al-Qur’an. Program seleksi dijadwalkan berlangsung dalam dua tahap, yakni April dan Mei 2026.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP Like Lidyawati menjelaskan bahwa technical meeting ini berfungsi menyamakan persepsi antara panitia dan dewan juri terkait mekanisme penilaian.
“Pertemuan ini kami lakukan untuk mematangkan persiapan teknis bersama para juri. Seleksi akan dibagi dalam dua tahap agar pelaksanaannya lebih efektif dan terukur,” ujarnya.
Like menegaskan bahwa proses seleksi akan dilakukan secara ketat dengan mengacu pada petunjuk teknis resmi. Penilaian difokuskan pada kualitas hafalan peserta sehingga hasilnya benar-benar mencerminkan kemampuan terbaik siswa.
“Kami menerapkan standar tinggi dalam seleksi. Peserta yang lolos harus memenuhi kriteria secara maksimal dengan nilai sempurna sesuai ketentuan juknis 2026,” tegasnya.
Selain aspek seleksi, Disdikdaya juga menyiapkan sarana pendukung yang representatif. Kegiatan direncanakan berlangsung di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo guna memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta.
“Lokasi sudah kami tentukan di Auditorium Madakaripura karena dinilai layak dan mendukung pelaksanaan kegiatan untuk siswa SD maupun SMP,” tambahnya.
Melalui program ini, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo berharap dapat melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga berkarakter kuat dan berakhlak mulia. (nab/zid)
