Kraksaan, Lensaupdate.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar sosialisasi dan koordinasi program Selimut (Sehatkan dan Lindungi Untuk Mutu) ASN SAE bagi tenaga kesehatan (nakes) di Kantor Bupati Probolinggo, Jum’at (24/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi dalam pelaksanaan program pelayanan kesehatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), sekaligus sebagai tindak lanjut dari instruksi Bupati Probolinggo terkait implementasi program Selimut ASN SAE di seluruh perangkat daerah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Nina Kartika menjelaskan program Selimut ASN SAE difokuskan pada deteksi dini penyakit tidak menular di kalangan ASN.
“Selimut ASN SAE ini bertujuan memberikan pelayanan skrining penyakit tidak menular bagi ASN, terutama hipertensi dan diabetes mellitus. Harapannya seluruh ASN di Kabupaten Probolinggo bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujarnya.
Menurut Nina, pemeriksaan kesehatan akan dilakukan oleh masing-masing puskesmas sesuai wilayah kerja ASN agar pelayanan lebih mudah diakses.
“Misalnya ASN bekerja di wilayah Puskesmas Pajarakan, maka pemeriksaan dilakukan oleh tim dari puskesmas tersebut di lokasi kerja ASN. Ini untuk mendekatkan pelayanan sekaligus meningkatkan partisipasi,” jelasnya.
Ia menegaskan program ini tidak berhenti pada tahap skrining, tetapi berlanjut pada penanganan dan evaluasi secara berkala sesuai standar medis. ASN yang terdeteksi memiliki penyakit akan mendapatkan penanganan lanjutan hingga kondisi terkendali.
“Kalau hasil pemeriksaan menunjukkan hipertensi atau diabetes, maka harus dilakukan tata laksana sesuai standar. Tidak cukup sekali berobat, tetapi harus rutin, dievaluasi, bahkan jika perlu dirujuk ke rumah sakit,” tegasnya.
Lebih lanjut Nina menyampaikan program ini bertujuan meningkatkan produktivitas ASN sebagai pelayan masyarakat melalui kondisi kesehatan yang optimal.
“Kalau ASN sehat sejak dini, penyakit bisa dideteksi lebih awal, pengobatan cepat dilakukan, sehingga produktivitas kerja meningkat dan risiko komplikasi dapat ditekan,” katanya.
Selain itu, program ini juga mendorong penerapan pola hidup sehat melalui berbagai kegiatan pendukung seperti olahraga rutin, konsultasi gizi hingga tes kebugaran di masing-masing instansi.
“Harapannya ASN bisa menjadi penggerak hidup sehat, baik di lingkungan kerja maupun masyarakat. Nanti juga ada kegiatan seperti jalan sehat setiap Jumat dan challenge kebugaran di masing-masing instansi,” tambahnya.
Nina berharap seluruh ASN di Kabupaten Probolinggo dapat berpartisipasi aktif agar tujuan peningkatan kesehatan melalui program Selimut ASN SAE dapat tercapai secara maksimal.
“Partisipasi aktif ASN sangat penting. Jika semua menjalankan pemeriksaan dan pengobatan sesuai tahapan, maka kondisi kesehatan bisa terkendali,” pungkasnya. (nab/zid)
