Bupati Haris Tinjau Jembatan Ambruk Desa Negororejo, Tempuh Perjalanan dengan Vespa Klasik


Lumbang, Lensaupdate.com – Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris melakukan monitoring dan evaluasi (monev) penanganan jembatan ambruk di Desa Negororejo Kecamatan Lumbang, Senin (27/4/2026). Uniknya, peninjauan tersebut dilakukan dengan mengendarai motor Vespa klasik bersama rombongan dari Pendopo Kabupaten Probolinggo.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Haris didampingi Komandan Kodim 0820/Probolinggo Letkol Inf. Ribut Yudo Apriyantono, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif serta komunitas pecinta Vespa. Turut hadir pula Kepala DPUPR Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra, Kepala Pelaksana BPBD Oemar Syarief, Camat Lumbang Budi Utomo beserta jajaran Forkopimka dan Kepala Desa Negororejo.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Meski demikian, kegiatan peninjauan tetap dilanjutkan. Bupati Haris bahkan menyempatkan diri berinteraksi dengan warga sekitar dan beristirahat di warung kopi di dekat lokasi jembatan.

Jembatan yang dikenal sebagai Jembatan Duren atau Curah Soyo ini sebelumnya ambruk pada akhir Maret 2026 akibat faktor usia bangunan dan cuaca ekstrem. Infrastruktur tersebut merupakan akses vital menuju kawasan wisata Air Terjun Madakaripura.

Sebagai langkah penanganan darurat, pemerintah bersama TNI dan berbagai pihak saat ini tengah memasang jembatan Bailey sementara agar akses masyarakat tetap terjaga. Pengerjaan melibatkan personel gabungan dari Kodim 0820 Probolinggo, Yon Zipur 5/ABW Malang, Yonif TP 836/BY, Koramil Lumbang serta dukungan masyarakat setempat.

Bupati Haris menegaskan pembangunan jembatan permanen baru akan dianggarkan pada akhir tahun. Sementara itu, jembatan Bailey difungsikan sebagai solusi sementara agar mobilitas warga dan wisatawan tidak terputus.

“Penganggaran jembatan permanen baru bisa dilakukan di akhir tahun. Untuk sementara, jembatan Bailey ini menjadi solusi agar akses tetap bisa digunakan masyarakat dan wisatawan,” ujarnya.

Ia menambahkan, percepatan penanganan ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga konektivitas wilayah, terutama jalur menuju destinasi wisata unggulan.

"Dengan langkah cepat ini diharapkan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal serta sektor pariwisata di kawasan Lumbang tidak terdampak signifikan akibat putusnya akses infrastruktur," pungkasnya. (mel/fas)