Kraksaan, Lensaupdate.com - Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo untuk terus istiqomah dalam melaksanakan dzikir dan sholawat sebagai bagian dari refleksi spiritual dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-280.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan dzikir dan sholawat ASN Pemkab Probolinggo bersama Majelis Sholawat Muhammad yang digelar di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Jum’at (24/4/2026) malam bertepatan dengan Jum’at manis.
Dalam sambutannya, Bupati Haris menegaskan sholawatan kali ini memiliki makna khusus karena menjadi bagian dari rangkaian Harjakapro ke-280 yang dilaksanakan secara sederhana namun sarat nilai kearifan lokal.
“Sholawatan kali ini sekaligus merayakan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo ke-280 bertepatan dengan Jum’at manis. Semoga apa yang kita lakukan selama prosesi hari jadi ini membawa berkah barokah, dilaksanakan dengan sederhana, penuh kearifan lokal dan menjadi refleksi diri untuk mengingat kembali sejarah Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Menurutnya, usia Kabupaten Probolinggo yang telah mencapai 280 tahun harus menjadi cermin bagi seluruh ASN untuk terus berbenah dan meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat.
“Usia Kabupaten kita sudah 280 tahun, sudah banyak hal yang terjadi. Semoga ini bisa menjadi cermin bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri,” tambahnya.
Selain itu, Bupati Haris menegaskan kegiatan sholawatan akan terus dilaksanakan secara rutin setiap lima minggu sekali dan tidak boleh terputus, meskipun saat ini ASN tengah menjalani kebijakan Work From Home (WFH) yang masih dalam tahap evaluasi.
“Sholawatan tetap wajib dan jangan putus. Ini akan terus berlanjut setiap lima minggu sekali, bukan setiap minggu. Semoga barokah dan hajat kita semua terkabul,” tegasnya.
Terkait kebijakan WFH, ia menjelaskan penerapannya masih dalam tahap evaluasi bersama pemerintah pusat. Seluruh perangkat daerah diminta mengukur efektivitas kebijakan tersebut tanpa mengganggu pelayanan publik.
“WFH ini masih dalam konteks evaluasi. Nanti kita hitung efisiensinya dan akan kita kembalikan kepada masing-masing. Tapi prinsipnya, pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan sebagaimana mestinya,” jelasnya.
Bupati Haris juga mengingatkan ASN, khususnya yang bertugas di sektor pelayanan seperti rumah sakit, agar tetap menjalankan tugas secara optimal. “Untuk pelayanan seperti rumah sakit dan lainnya tetap berjalan. Yang jelas pelayanan tidak boleh terganggu,” tambahnya.
Kegiatan dzikir dan sholawat ini turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, Sekretaris Daerah Ugas Irwanto serta sejumlah kepala OPD dan camat di lingkungan Pemkab Probolinggo. (nab/zid)
.jpeg)