Kraksaan, Lensaupdate.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo terus mengakselerasi penyediaan data akurat dan terintegrasi melalui program Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai dasar penguatan ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan dalam podcast di LPPL Radio Bromo FM yang menghadirkan Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Probolinggo Ramadhanie Sapta Irevanie dan Zepri Ageng Pamuji, Rabu (22/4/2026).
Dalam penjelasannya, Zepri menyebut DTSEN menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan berbagai data sosial ekonomi masyarakat dalam satu basis data nasional yang dikelola oleh BPS.
“Melalui DTSEN, penyaluran bantuan diharapkan lebih tepat sasaran dan tidak tumpang tindih. Data juga terus diperbarui melalui verifikasi lapangan, termasuk mencoret penerima yang sudah dinilai mampu,” ujarnya.
Sementara Ramadhanie menjelaskan Sensus Ekonomi 2026 bertujuan untuk mendata seluruh aktivitas usaha masyarakat sebagai dasar perumusan kebijakan ekonomi yang lebih tepat.
“Kami akan melakukan pendataan secara door to door agar seluruh aktivitas usaha masyarakat dapat tercatat secara lengkap dan akurat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendataan untuk perusahaan berskala besar akan dilakukan secara daring mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Sedangkan pendataan langsung kepada masyarakat dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
BPS Kabupaten Probolinggo juga mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang jujur serta memastikan petugas sensus yang datang memiliki identitas resmi.
Melalui implementasi DTSEN dan Sensus Ekonomi 2026, diharapkan tersedianya data yang valid dan mutakhir dapat menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata di Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)
.jpeg)