Probolinggo, Lensaupdate.com - Hujan lebat disertai angin puting beliung yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo pada Sabtu (7/3/2026) sore mengakibatkan kerusakan rumah warga, longsor hingga putusnya jembatan darurat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo pun langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana untuk melakukan penanganan darurat.
Peristiwa cuaca ekstrem yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB tersebut berdampak di beberapa desa yang berada di Kecamatan Tegalsiwalan, Kotaanyar dan Pakuniran. Tim BPBD segera turun ke lokasi untuk melakukan kaji cepat serta membantu pembersihan material pohon tumbang yang menimpa rumah warga.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Probolinggo, di Dusun Gunung Tempa RT 13 RW 05 Desa Bulujaran Lor Kecamatan Tegalsiwalan terdapat 15 rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Sementara di Dusun Karang Tengah RT 05 RW 01 Desa Bulujaran Kidul Kecamatan Tegalsiwalan terdapat 14 rumah yang juga mengalami kerusakan ringan dan sedang.
Selain itu, di Desa Tambak Ukir Kecamatan Kotaanyar tercatat delapan Tembok Penahan Tanah (TPT) longsor serta lima rumah rusak akibat tertimpa pohon dan diterjang hujan disertai angin kencang.
Kerusakan infrastruktur juga terjadi di beberapa titik lainnya. Di Desa Sambirampak Lor Kecamatan Kotaanyar dilaporkan jebolnya dam di Kali Kresek. Kemudian di Desa Talkandang Kecamatan Kotaanyar terjadi kerusakan plengsengan darurat di hulu kanan Dam Triwungan. Sementara di Desa Blimbing Kecamatan Pakuniran, jembatan darurat Kalibiru yang menghubungkan Desa Kalidandan dan Desa Blimbing dilaporkan putus akibat derasnya aliran air.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan bahwa saat ini tim di lapangan fokus pada penanganan darurat dan memastikan keselamatan warga terdampak.
“Sejak laporan masuk, personel TRC langsung kami kerahkan ke lima desa terdampak untuk melakukan assessment. Prioritas utama kami adalah keselamatan warga, kemudian dilanjutkan dengan penanganan darurat pada akses jalan yang tertutup longsor dan pohon tumbang,” ujarnya.
BPBD juga memberi perhatian khusus pada kerusakan infrastruktur air serta akses penghubung antarwilayah. Pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo serta pemerintah desa untuk mempercepat penanganan darurat.
“Kami sangat menyayangkan putusnya jembatan darurat di Desa Blimbing serta jebolnya bendungan di hilir Kali Kresek. Kami segera berkoordinasi dengan instansi terkait agar perbaikan darurat bisa dilakukan sehingga mobilitas warga dan pengairan sawah tidak terganggu lama,” jelasnya.
BPBD juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
“Warga yang tinggal di bantaran Kali Kresek maupun daerah rawan longsor diminta tetap siaga, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi berlangsung lebih dari dua jam. Segera laporkan jika terjadi kejadian darurat agar dapat segera ditangani,” pungkasnya. (mel/fas)
