Malang, Lensaupate.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak dengan memperkuat kompetensi tenaga kesehatan. Salah satunya melalui pelatihan Antenatal Care (ANC), persalinan, nifas dan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) yang diikuti sejumlah bidan di UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat Murnajati, Lawang, Kabupaten Malang.
Pelatihan tersebut berlangsung selama lima hari mulai tanggal 9 hingga 13 Maret 2026. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kualitas pemeriksaan kehamilan serta deteksi dini kelainan bawaan pada bayi baru lahir.
Program ini merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan primer guna memastikan setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan sesuai standar serta setiap bayi yang lahir dapat terpantau kesehatannya sejak dini.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Sri Wahyu Utami mengatakan pelatihan ini sangat penting bagi para bidan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di puskesmas maupun di tingkat desa.
“Kami ingin memastikan seluruh bidan memiliki kompetensi yang selaras dengan standar nasional terbaru, baik dalam pemantauan kehamilan melalui pelayanan ANC yang berkualitas maupun ketepatan dalam pengambilan sampel Skrining Hipotiroid Kongenital,” ujarnya.
Menurut Sri Wahyu, deteksi dini melalui pemeriksaan SHK sangat penting untuk mencegah terjadinya disabilitas intelektual pada anak yang dapat disebabkan oleh kekurangan hormon tiroid sejak lahir.
Ia berharap setelah mengikuti pelatihan tersebut, para bidan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di wilayah kerja masing-masing.
“Muara dari pelatihan ini adalah menurunnya angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Probolinggo serta terwujudnya generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas,” imbuhnya.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan materi teori dan praktik secara intensif, mulai dari penggunaan teknologi kesehatan hingga prosedur teknis medis sesuai dengan protokol kesehatan terkini.
Dengan peningkatan kapasitas tersebut, diharapkan pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Probolinggo dapat semakin optimal, responsif serta profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (mel/fas)
