Dringu, Lensaupdate.com - Mengantisipasi gejolak harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengintensifkan langkah pengendalian inflasi daerah melalui serangkaian program konkret yang menyasar stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga pangan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi tindak lanjut rencana pelaksanaan program pengendalian inflasi daerah yang digelar Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Probolinggo, Jum'at (6/2/2026) siang di ruang pertemuan Seruni Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo, Kecamatan Dringu.
Rapat koordinasi ini melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Probolinggo serta Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo. Kegiatan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi.
Rencana pelaksanaan program konkret tersebut merupakan langkah strategis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Probolinggo dalam menjaga stabilitas harga, menjamin ketersediaan pasokan serta memastikan keterjangkauan pangan bagi masyarakat, terutama menjelang dan selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri.
Selain untuk menjaga daya beli masyarakat, program ini juga difokuskan pada upaya menekan potensi lonjakan harga bahan pokok yang kerap terjadi pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Dalam rapat tersebut terungkap, TPID Kabupaten Probolinggo akan segera menindaklanjuti sembilan langkah strategis pengendalian inflasi yang bersumber dari Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Itjen Kemendagri).
Sembilan langkah tersebut meliputi pemantauan harga dan stok kebutuhan pokok, pelaksanaan rapat teknis TPID, menjaga kelancaran pasokan bahan pokok dan barang penting serta pencanangan gerakan menanam.
Langkah lainnya adalah pelaksanaan operasi pasar murah bersama OPD terkait, inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan distributor guna mencegah penahanan barang serta koordinasi dengan daerah penghasil komoditas untuk memastikan kelancaran distribusi.
Selain itu, TPID juga menyiapkan realisasi Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai instrumen pendukung pengendalian inflasi serta pemberian bantuan transportasi yang bersumber dari APBD.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menegaskan bahwa program konkret pengendalian inflasi ini menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok selama Ramadhan dan Idul Fitri.
“Program ini menjadi kunci untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau, khususnya di bulan puasa hingga menjelang Idul Fitri,” tegasnya.
Sekda Ugas juga menekankan pentingnya sinergi lintas OPD agar seluruh langkah pengendalian inflasi dapat dijalankan secara cepat, tepat dan efektif.
“Kami berharap seluruh OPD terus memperkuat sinergi dalam menjalankan sembilan langkah ini, sehingga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Kabupaten Probolinggo dapat terjaga selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026,” pungkasnya. (mel/fas)