Puskesmas Kraksaan Jemput Bola Berikan Pelayanan Kesehatan Bagi Warga Terdampak Banjir


Kraksaan, Lensaupdate.com - Puskesmas Kraksaan melakukan pelayanan kesehatan langsung di lokasi terdampak banjir di wilayah Kecamatan Kraksaan, Senin (23/2/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau di tengah kesibukan warga membersihkan rumah pasca banjir.

Pelayanan dilakukan dengan metode pengumpulan warga di titik tertentu maupun secara door to door. Di Desa Sidopekso pelayanan dipusatkan di Bukolan (rumah Kusriyanto), Kraksaan Wetan di Gang Madura (rumah Ketua RT Kafi), Sidomukti di RW 4 (kader Supiyah), Alas Sumur Kulon keliling Pondok Zainul Anwar, Kandangjati Wetan di Krajan RT 5 (rumah Mbah Sarijah), Kandangjati Kulon di RT 4 (kader Juariyah), Patokan di RW 5 bersamaan dengan Posyandu, Kebon Agung RW 2 (rumah kader Nurul) serta Desa Bulu dengan lima titik keliling.

Setiap desa menerjunkan dua petugas kesehatan yang dibantu para kader. Sementara dari puskesmas, Kepala Puskesmas Kraksaan dr. Heni Rahmawati  bersama petugas promosi kesehatan turut berkeliling memantau langsung pelayanan di lapangan.

Kepala Puskesmas Kraksaan dr. Heni Rahmawati mengatakan pelayanan dilakukan oleh tenaga kesehatan (nakes) desa di sembilan desa terdampak meliputi Desa Sidopekso, Kelurahan Kraksaan Wetan, Kelurahan Sidomukti, Desa Alassumur Kulon, Desa Kandangjati Wetan, Kelurahan Kandangjati Kulon, Kelurahan Patokan, Desa Kebonagung dan Desa Bulu.

“Tujuan kami mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak banjir. Hari ini warga masih sibuk beres-beres dan membersihkan rumah, sehingga tidak mungkin memikirkan datang ke puskesmas meski ada keluhan kesehatan,” ujarnya.

Menurut Heni, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, keluhan terbanyak yang dialami warga adalah myalgia atau nyeri otot, kutu air (rangen), meriang, pusing dan gatal-gatal. Selain itu, ditemukan pula beberapa warga dengan riwayat hipertensi dan diabetes yang membutuhkan pemantauan lanjutan.

“Dari hasil pengamatan saat kunjungan, penyakit terbanyak adalah myalgia, kutu air, dan meriang. Ada juga pasien hipertensi serta kencing manis yang perlu kontrol rutin. Mudah-mudahan tidak timbul penyakit-penyakit lain,” jelasnya.

Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan umum, pengecekan gula darah serta pemberian obat-obatan sesuai keluhan pasien. Selain itu, tim juga melakukan monitoring kesehatan masyarakat sebagai bagian dari surveilans untuk mendeteksi dini potensi penyakit akibat banjir.

“Banjir meningkatkan risiko penularan penyakit karena air tercemar dan sanitasi yang buruk. Karena itu sedini mungkin kami melakukan surveilans dan memantau kondisi kesehatan masyarakat terdampak,” terangnya.

Ia juga menghimbau masyarakat agar segera menghubungi tenaga kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan kesehatan.

“Kami sudah berpesan kepada masyarakat, bila ada yang membutuhkan penanganan kesehatan, bisa segera menghubungi nakes terdekat. Harapan kami tidak terjadi wabah penyakit pasca banjir,” pungkasnya. (nab/zid)