Leces, Lensaupdate.com - Kelompok Tani (Poktan) Surya Makmur IV Desa Leces mulai menerapkan teknologi pertanian ramah lingkungan melalui praktik pembuatan nitrobakter dan Photosynthetic Bacteria (PSB) guna mengurangi ketergantungan pupuk kimia pada Senin (9/2/2026) sebagai langkah pemanfaatan bahan organik lokal guna meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Pelatihan nitrobakter difokuskan pada pemanfaatan kotoran hewan kambing sebagai bahan utama. Teknologi ini dinilai mampu menjadi solusi alternatif bagi petani dalam mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia hingga 30–50 persen, sekaligus menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Leces Ahmadi menjelaskan nitrobakter merupakan bakteri pengikat nitrogen yang dapat dibuat secara mandiri oleh petani dengan bahan-bahan sederhana.
“Nitrobakter dapat dibuat dari kotoran ternak 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, urea 5 kilogram, garam 1 kilogram dan air 200 liter. Semua bahan dicampur, diaduk dalam drum, lalu difermentasi selama 2–3 minggu. Air hasil fermentasi kemudian dapat diaplikasikan dengan cara dikocor atau disemprot dengan dosis 20 mililiter per liter,” terangnya.
Sementara pelatihan pembuatan Photosynthetic Bacteria (PSB) disampaikan oleh POPT Perkebunan dari BBPPTP Surabaya Ika Ratmawati. Ia menjelaskan PSB dibuat dari bahan alami berupa seperempat kilogram telur keong sawah, dua ruas jari terasi, 100 gram micin dan 10 liter air cucian beras.
“Semua bahan dicampur kemudian dijemur di bawah terik matahari selama 3–4 minggu hingga berubah warna menjadi merah pekat. Untuk aplikasi, cukup 500 mililiter per tangki semprot,” jelasnya.
Menurut Ika, PSB merupakan bakteri yang mampu mengubah bahan organik menjadi asam amino serta membantu tanaman menangkap energi matahari, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal dan sehat. “PSB membantu tanaman menjadi lebih subur secara alami,” ujarnya.
Pelatihan tersebut turut dihadiri Liaison Officer (LO) Wilayah Barat Probolinggo Amelia Firika Rizal yang berharap ilmu teknis yang diberikan dapat diterapkan langsung oleh petani di lapangan sehingga mampu mandiri dan menjadi petani yang inovatif.
Koordinator PPL BPP Leces Tri Laksono Hendro menyambut positif antusiasme para petani dalam mengikuti pelatihan tersebut. Harapannya praktik ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dan menjadi solusi atas permasalahan pertanian, khususnya terkait ketersediaan pupuk.
Sementara pengurus Poktan Surya Makmur IV Miswin mengaku pelatihan ini memberikan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat bagi petani. Harapannya ke depan ada pelatihan lanjutan guna mendukung keberlanjutan pertanian di wilayahnya.
Melalui pelatihan pembuatan nitrobakter dan Photosynthetic Bacteria (PSB) ini, Poktan Surya Makmur IV diharapkan mampu menerapkan sistem pertanian berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan. (mel/fas)