Kraksaan, Lensaupdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui DKUPP mengintensifkan pengawasan harga barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional sebagai langkah konkret pengendalian inflasi daerah, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi ini dilaksanakan di Pasar Semampir, SPBU Kebonagung dan Alfamart Kebonagung Kecamatan Kraksaan.
Monitoring melibatkan sejumlah instansi, di antaranya DKUPP, Dinas Pertanian (Diperta), Badan Pusat Statistik (BPS), Forkopimka Kraksaan, Satreskrim Polres Probolinggo, Bulog, Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perikanan (Diskan).
Dari hasil pemantauan di Pasar Semampir, sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan harga. Telur ayam naik menjadi Rp 30.000 dari sebelumnya Rp 28.000 per kilogram, cabai rawit merah naik menjadi Rp 80.000 dari Rp 65.000 per kilogram dan daging ayam ras naik menjadi Rp 45.000 dari Rp 40.000 per kilogram. Sementara beras premium tetap Rp 14.700, beras medium Rp 12.700, kedelai impor Rp.12.000 dan daging sapi Rp 120.000 per kilogram.
Tim juga melakukan pengecekan tera ulang di SPBU Kebonagung. Hasilnya, dispenser bahan bakar masih sesuai takaran dan telah ditera ulang pada November 2025. Pengujian menunjukkan Pertamax Turbo -28 ml dan Pertalite -24 ml, masih dalam Batas Kesalahan yang Diperbolehkan (BKD) ±100 ml per 20 liter.
Untuk hasil pemantauan di Alfamart Kebonagung tidak ditemukan produk kedaluwarsa. Volume barang sesuai kemasan dan tidak ditemukan penjualan minuman beralkohol maupun barang berbahaya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi mengatakan kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok di pasaran.
“Komoditas yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah cabai, daging dan telur ayam. Komoditas lainnya cenderung stabil, kalaupun naik masih dalam batas kewajaran,” katanya.
Menurut Sjaiful, monitoring ini juga sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penimbunan dan permainan harga menjelang Ramadhan. “Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga, menjamin ketersediaan stok, mencegah penimbunan dan permainan harga serta memberikan rasa tenang kepada masyarakat,” tegasnya.
Sementara Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Kabupaten Probolinggo Mehdinsareza Wiriarsa menyampaikan pemantauan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam mengawal pergerakan harga.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah upaya untuk memberikan rasa tenang ke masyarakat. Diharapkan pemerintah bisa memberikan sinyal bahwa harga dan pasokan itu dipantau sehingga masyarakat tidak panik,” ungkapnya.
Reza menambahkan, pengawasan dilakukan secara intensif terhadap komoditas strategis agar tidak terjadi lonjakan harga signifikan. “Kami melakukan pengawasan agar tidak ada penimbunan barang dan kenaikan harga secara tidak wajar. Ini juga untuk menjaga stabilitas harga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Probolinggo berencana menggelar pasar murah bersubsidi dalam waktu dekat. “Dalam waktu dekat, kami akan mendorong pelaksanaan pasar murah bersubsidi di wilayah Kabupaten Probolinggo sebagai upaya menjaga stabilitas komoditas,” pungkasnya. (nab/zid)
