Kecamatan Gending–PT POMI Latih 85 Peserta, Dorong Bank Sampah Jadi Motor Ekonomi Sirkular


Paiton, Lensaupdate.com – Pemerintah Kecamatan Gending bersama PT POMI–Paiton Energy menggelar pelatihan bank sampah dan kewirausahaan berbasis sampah sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan pengembangan ekonomi sirkular. Kegiatan yang diikuti 85 peserta ini berlangsung di Recreation Hall POH 1 Paiton, Kamis–Jumat (12–13/2/2026).

Pelatihan melibatkan unsur PKK Kecamatan Gending, kader lingkungan, calon pengurus bank sampah desa, BUMDes, Komunitas Alam Hijau, Pramuka, Puskesmas, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha hingga unsur pendidikan.

Manager Human Capital Facilities and Community (HCFC) PT POMI Rochman Hidayat menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor dalam momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Pengelolaan sampah kini menjadi komitmen berkelanjutan perusahaan, bukan sekadar kepatuhan regulasi.

“Kami wajib melaporkan neraca sampah setiap bulan. Targetnya, pembuangan ke TPA harus berkurang 30–40 persen melalui pengelolaan mandiri,” ujarnya.

Berbagai inisiatif telah dijalankan, mulai dari pelatihan eco enzyme, pengomposan, budidaya maggot hingga pengembangan perikanan berbasis hasil olahan sampah.

Sementara Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ menegaskan isu lingkungan hidup merupakan tantangan global yang membutuhkan kolaborasi semua pihak. Sampah dapat menjadi sumber daya ekonomi apabila dikelola dengan baik.

“Bank sampah bukan sekadar tempat menabung sampah, tetapi sarana pendidikan lingkungan, penguatan ekonomi keluarga dan pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Sementara Camat Gending Winda Permata Erianti menjelaskan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis desa sekaligus mendorong lahirnya wirausaha ramah lingkungan.

Sebagai tindak lanjut, Kecamatan Gending berencana menerbitkan Perdes Jalin SAE, SK Bank Sampah, SOP Bank Sampah serta SK Satgas Sampah guna mendorong terbentuknya bank sampah di setiap desa.

"Melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan dan masyarakat, diharapkan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat semakin kuat dan mampu menciptakan inovasi ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo," pungkasnya. (ren/zid)