Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Pemkab Probolinggo Perkuat Tata Kelola LPG Tabung 3 Kg Bersubsidi


Kraksaan, Lensaupdate.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memperkuat tata kelola penyaluran LPG tabung 3 kilogram bersubsidi melalui rapat koordinasi lintas sektor guna menjamin ketersediaan dan keterjangkauan bagi masyarakat di ruang pertemuan Jabung 1 Kantor Bupati Probolinggo, Senin (9/2/2026).

Rakor tersebut dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi didampingi Analis Kebijakan Ahli Muda Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur Sony Suryono. 

Kegiatan ini diikuti oleh Dinas Pertanian, Satpol PP, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo), Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP), SPPBE wilayah Kabupaten Probolinggo, Sales Branch Manager Retail Pertamina Malang, Pokja Hiswana Migas Probolinggo serta Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Probolinggo.

Rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari surat Biro Perekonomian Setdas Provinsi Jawa Timur terkait penetapan kuota LPG tabung 3 Kg tahun 2026 di Jawa Timur. Selain itu, rakor bertujuan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan, menjaga stabilitas harga serta memastikan distribusi LPG bersubsidi tepat sasaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Probolinggo Arie Kartikasari menyampaikan rakor ini difokuskan pada koordinasi dan sinkronisasi data kuota LPG bersubsidi antara pemerintah daerah, Pertamina dan para pemangku kepentingan terkait.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah melakukan sinkronisasi data kuota LPG 3 kilogram serta membahas dinamika permasalahan distribusi LPG bersubsidi sebagai langkah antisipasi potensi kelangkaan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026,” ujarnya.

Menurut Arie, pembahasan juga diarahkan untuk memastikan kesesuaian antara kuota yang ditetapkan oleh Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur dengan kuota yang dikelola oleh Pertamina, termasuk mengidentifikasi kendala di lapangan terkait distribusi dan ketersediaan LPG bersubsidi.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi menegaskan pentingnya forum rakor ini sebagai sarana komunikasi efektif dalam mengendalikan distribusi komoditas strategis.

“LPG tabung 3 kilogram merupakan salah satu barang kebutuhan pokok penting selain beras, minyak goreng, gula, bawang merah, bawang putih, daging, susu, telur, garam dan ikan. Karena itu, pengelolaannya harus menjadi perhatian bersama, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri,” katanya.

Sjaiful menambahkan distribusi LPG bersubsidi merupakan bagian dari kewajiban pemerintah dalam menjaga keterjangkauan dan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Berdasarkan surat Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur Nomor 500.10.1/1449/021.3/2026 tanggal 13 Januari 2026, kuota LPG tabung 3 kilogram bersubsidi tahun 2026 di Jawa Timur ditetapkan sebesar 1.352.750 metrik ton. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Probolinggo memperoleh kuota sebesar 28.664 metrik ton atau setara dengan sekitar 9.554.600 tabung yang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Saat ini di Kabupaten Probolinggo terdapat sekitar 4 SPPBE, 17 agen dan hampir 700 pangkalan LPG bersubsidi. Kami berharap Pertamina bersama SPPBE dan agen dapat berperan aktif menjaga ketersediaan dan keterjangkauan LPG agar penyalurannya benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

Melalui kegiatan sinkronisasi ini, Pemkab Probolinggo berharap distribusi LPG bersubsidi dapat berjalan lancar, stok tetap aman dan harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan Idul Fitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kelangkaan LPG 3 kilogram. (nab/zid)