Dringu, Lensaupdate.com - Puskesmas Dringu terus menggencarkan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sebagai langkah preventif untuk menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan penyakit berbasis vektor lainnya, khususnya saat musim hujan, Jum'at (20/2/2026).
Kepala Puskesmas Dringu drg. Reni Meutia mengatakan PSN merupakan upaya pengendalian dari sumbernya dengan memberantas tempat berkembang biaknya nyamuk di lingkungan permukiman warga.
“DBD masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, khususnya di musim hujan. Nyamuk berkembang biak di genangan air bersih di sekitar rumah, sehingga perlu pengendalian dari sumbernya melalui kegiatan PSN,” ujarnya.
Menurut Reni, kegiatan PSN bertujuan mencegah dan menurunkan angka kasus DBD, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta menggerakkan peran aktif warga dalam menerapkan gerakan 3M Plus, yakni Menguras, Menutup dan Mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Sasaran kegiatan ini meliputi rumah tangga atau permukiman warga, terutama di wilayah yang terdapat kasus DBD maupun daerah yang dinilai rawan jentik. Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Dringu melibatkan berbagai unsur lintas sektor.
“Yang terlibat antara lain tenaga kesehatan desa, promosi kesehatan, sanitarian, surveilans, kader jumantik, Ketua RT/RW, perangkat desa dan masyarakat. Kegiatan ini harus dilakukan bersama-sama agar hasilnya maksimal,” jelasnya.
Reni menerangkan fokus PSN meliputi pemeriksaan jentik di tempat penampungan air, edukasi 3M Plus kepada masyarakat, pembersihan lingkungan serta pemantauan Angka Bebas Jentik (ABJ). ABJ menjadi indikator penting untuk mengukur efektivitas kegiatan di lapangan.
“PSN sangat efektif jika dilakukan secara rutin dan serentak. Keberhasilan bisa dilihat dari meningkatnya Angka Bebas Jentik minimal 95 persen, menurunnya kasus DBD serta meningkatnya partisipasi masyarakat,” terangnya.
Ia menegaskan, tanpa keterlibatan aktif warga, efektivitas PSN dapat menurun. Karena itu, edukasi dan pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi kunci utama dalam pencegahan.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya bergerak saat ada kasus, tetapi menjadikan 3M Plus sebagai kebiasaan sehari-hari. Dengan begitu lingkungan menjadi bersih dan sehat serta angka kejadian DBD bisa ditekan,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan PSN yang konsisten dan kolaboratif, Puskesmas Dringu optimistis dapat membentuk budaya hidup bersih dan sadar kesehatan di tengah masyarakat serta menciptakan lingkungan yang bebas dari ancaman DBD. (mel/fas)
