Kraksaan, Lensaupdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Bapelitbangda mensosialisasikan Anugerah Inovasi Daerah (Inoda) 2026 sebagai langkah strategis memperkuat budaya inovasi yang sistematis, terukur dan berkelanjutan. Kegiatan yang digelar di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (12/2/2026) ini menegaskan komitmen daerah menjadikan inovasi sebagai instrumen utama pembangunan.
Sosialisasi dibuka Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto mewakili Bupati Probolinggo didampingi Kepala Bapelitbangda Juwono Prasetijo Utomo.
Dalam sambutannya, dr. Anang menegaskan inovasi tidak boleh dipandang sebagai kegiatan tambahan, melainkan pendekatan kerja untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan serta mendorong daya saing daerah.
“Inovasi harus diposisikan sebagai instrumen utama pembangunan daerah. Bukan sekadar kegiatan tambahan, tetapi menjadi pendekatan kerja yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang akuntabel,” ujarnya.
Ia menyebut capaian Indeks Inovasi Daerah (IID) Kabupaten Probolinggo tahun 2025 sebesar 56,21 dengan kategori “Inovatif” menunjukkan tren positif. Namun, capaian tersebut harus terus ditingkatkan melalui inovasi yang lebih berkualitas dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Sementara Kepala Bapelitbangda Juwono Prasetijo Utomo menjelaskan Inoda 2026 menghadirkan empat kategori lomba, yakni Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan, Tata Kelola dan Pelayanan Pemerintahan serta Inovasi Masyarakat/Pelajar/Lembaga Pendidikan tingkat SLTA/SMK/MA/sederajat.
"Kategori pertama hingga ketiga diperuntukkan bagi Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Probolinggo, sedangkan kategori keempat terbuka untuk masyarakat dan pelajar," ujarnya.
Penilaian inovasi Perangkat Daerah mengacu pada 19 indikator satuan inovasi meliputi aspek regulasi, dukungan anggaran, pemanfaatan teknologi informasi, keterlibatan pemangku kepentingan, monitoring dan evaluasi hingga kualitas inovasi yang dibuktikan melalui video implementasi.
Seluruh peserta diwajibkan mengunggah proposal inovasi berupa profil inovasi, video dan file paparan melalui aplikasi Pro-Beraksi di laman resmi https://proberaksi.probolinggokab.go.id.
Pemenang Inoda 2026 akan memperoleh trofi, pencatatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta uang pembinaan jutaan rupiah.
Melalui Inoda 2026, Pemkab Probolinggo berharap seluruh perangkat daerah, akademisi, pelaku usaha dan masyarakat semakin termotivasi menghadirkan inovasi kreatif dan solutif guna mewujudkan Probolinggo SAE (Sejahtera, Amanah-Religius dan Eksis Berdaya Saing). (nab/zid)
