Dukung SAE Literasi, Dispersip Kabupaten Probolinggo Sosialisasikan Perpustakaan Desa Berbasis Inklusi Sosial


Kraksaan, Lensaupdate.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo menggelar sosialisasi pengembangan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial di ruang pertemuan Jabung 3 Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program SAE Literasi guna mendorong kesejahteraan masyarakat melalui penguatan budaya baca.

Sebanyak 60 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas Ketua TP PKK Kecamatan penerima program, kepala desa, Ketua TP PKK desa serta Pokja 2 TP PKK desa se-Kabupaten Probolinggo.

Sosialisasi dibuka Kepala Bidang Pengembangan Budaya Baca dan Pelestarian Pustaka Dispersip Kabupaten Probolinggo Muhammad Aminullah didampingi pengurus TP PKK Kabupaten Probolinggo dan pustakawan Dispersip Hesthiyono Suko Adhi.

Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Ulfiningtyas menyampaikan pada tahun 2026 akan dilakukan pendampingan pada 12 desa replikasi sesuai rekomendasi kecamatan. Desa tersebut meliputi Desa Alastengah (Paiton), Sumberkare (Wonomerto), Kamalkuning (Krejengan), Pakuniran (Pakuniran), Klenang Lor (Banyuanyar), Sidopekso (Kraksaan), Leces (Leces), Jambangan (Besuk), Dandang (Gading), Curahtulis (Tongas), Bulujaran Kidul (Tegalsiwalan) dan Pajurangan (Gending).

“Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan dalam rangka mewujudkan tujuan pembangunan daerah, khususnya akselerasi program literasi untuk kesejahteraan melalui pengembangan literasi berbasis inklusi sosial di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Ulfi menjelaskan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menetapkan transformasi pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial sebagai program prioritas nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) sejak 2019.

“Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan,” jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Pengembangan Budaya Baca dan Pelestarian Pustaka Dispersip Kabupaten Probolinggo Muhammad Aminullah menegaskan perpustakaan harus menjadi pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat, tidak sekadar penyedia bahan bacaan.

“Perpustakaan harus menjadi wahana pembelajaran bersama untuk mengembangkan potensi masyarakat. Selain menyediakan sumber bacaan, perpustakaan juga memfasilitasi berbagai pelatihan dan keterampilan guna mendukung pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat,” katanya.

Melalui pendampingan intensif pada 12 desa tersebut, Dispersip berharap Tim Penggerak PKK desa dapat menjadi motor penggerak program dengan dukungan penuh pemerintah desa. Selain sosialisasi, akan dilakukan pembekalan lanjutan bagi Ketua TP PKK desa dan Pokja 2 agar program berjalan optimal.

Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, akselerasi program literasi untuk kesejahteraan di Kabupaten Probolinggo diharapkan dapat terwujud secara berkelanjutan. (nab/zid)