Pajarakan, Lensaupdate.com - Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menghadiri malam puncak Lailatul Qiro’ah dalam rangka haul Almarhumah Al-Arifah Billah Nyai Hj. Imami Hafshawaty di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Desa Karangbong Kecamatan Pajarakan, Jum'at (27/2/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Haris menyampaikan apresiasi atas konsistensi ponpes yang telah menggelar Lailatul Qiroah selama 20 tahun berturut-turut. Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin, tetapi telah menjadi tradisi spiritual yang mengakar kuat di tengah masyarakat.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, kami mengucapkan selamat atas istiqamahnya menggelar Lailatul Qiroah ke-20. Ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi tradisi rohani yang telah berjalan panjang selama dua dekade,” ujarnya.
Bupati Haris menegaskan, lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan para qori’ terbaik mampu membangkitkan kesadaran spiritual umat.
“Ketika Al-Qur’an dilantunkan, sesungguhnya yang dibangunkan itu bukan hanya telinga kita, tetapi hati kita yang dihidupkan kembali,” jelasnya.
Ia juga mengajak para santri dan jamaah untuk meneladani para ulama serta guru yang telah wafat dengan meninggalkan warisan kebaikan.
“Setiap orang yang meninggal akan meninggalkan kisah. Maka tinggalkanlah kisah yang baik. Semoga kita semua diparingi husnul khatimah,” tuturnya.
Selain Lailatul Qiroah, kegiatan dirangkaikan dengan penyerahan hadiah Festival Musik Pengantar Sahur (MPS) 2026. Haris berharap tradisi musik pengantar sahur tetap dijaga sebagai budaya lokal yang sarat nilai kebersamaan.
“Musik pengantar sahur harus tetap tradisional, tidak perlu sound system berlebihan. Ini bagian dari warisan budaya yang harus kita jaga. Ke depan, kami dorong bisa naik ke level Jawa Timur melalui seleksi di tiap kecamatan,” terangnya.
Bupati Haris juga memohon doa atas berbagai bencana yang melanda Kabupaten Probolinggo dalam setahun terakhir, termasuk kerusakan jembatan dan rumah warga akibat banjir dan longsor.
“Ujian ini datang bukan untuk menghancurkan kita, tetapi untuk menguatkan. Bismillah, bersama-sama kita pasti mampu melampaui semuanya,” tandasnya.
Acara yang diikuti ribuan jamaah tersebut turut dihadiri Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, jajaran Forkopimda, Sekda Ugas Irwanto serta sejumlah kepala OPD dan camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. (nab/zid)
