Kraksaan, Lensaupdate.com – Implementasi prinsip Satu Data Indonesia diperkuat melalui pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 100 persen di Kabupaten Probolinggo pada tahun 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo di ruang pertemuan Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan tersebut diikuti Bapelitbangda, Dinas Kominfo, DPMD, camat se-Kabupaten Probolinggo serta Desa Sumberkerang, Jatiadi, Curahsawo, Pajurangan dan Klaseman Kecamatan Gending, Desa Krejengan Kecamatan Krejengan, Desa Jorongan Kecamatan Leces, Desa Suko dan Maron Kidul Kecamatan Maron, Desa Lemah Kembar Kecamatan Sumberasih, Desa Bermi Kecamatan Krucil serta Desa Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan.
Pencanangan desa cantik 100 persen tahun 2026 ini dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi didampingi Plt Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti.
Plt Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti menyampaikan Desa Cantik bertujuan meningkatkan literasi, kesadaran dan peran aktif perangkat desa dalam penyelenggaraan statistik.
“Program ini mendorong standarisasi pengelolaan data statistik agar kualitas dan keterbandingan indikator terjaga, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan data untuk pembangunan desa yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Menurutnya, melalui pembinaan ini kapabilitas statistik desa diharapkan meningkat, kualitas data semakin baik serta pengambilan keputusan berbasis data dapat diterapkan secara konsisten. “Pada tahun 2026, desa cantik binaan meliputi Desa Curahsawo, Sumberkerang dan Jatiadi,” jelasnya.
Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi mengatakan pembangunan yang efektif hanya dapat diwujudkan dengan dukungan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Data menjadi fondasi utama dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan. Karena itu, penguatan tata kelola data hingga tingkat desa tidak bisa ditunda,” katanya.
Sjaiful menambahkan, program Desa Cantik sejalan dengan kebijakan Satu Data Indonesia, Asta Cita ke-6 serta visi misi SAE Pemerintahan yang menekankan tata kelola pemerintahan bersih dan akuntabel.
“Dengan semangat kolaborasi, saya meyakini pencanangan 100 persen Desa Cinta Statistik ini menjadi langkah strategis mewujudkan pembangunan yang lebih terarah, tepat sasaran dan berkeadilan,” pungkasnya. (nab/zid)
