Probolinggo, Lensaupdate.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) menggelar Sosialisasi Akuisisi Arsip Masyarakat yang dirangkai dengan opening Lomba Arsip Foto Kuno, Jum'at (6/2/2026) pagi di Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo.
Lomba Arsip Foto Kuno ini terbuka untuk umum dengan mengusung tema “Lensa Masa Lalu Menembus Ruang dan Waktu”. Peserta dapat mengirimkan foto-foto lama yang menggambarkan arsitektur dan lanskap bangunan bersejarah, cagar budaya, bangunan lama, ruas jalan hingga lokasi atau peristiwa bersejarah lainnya di Kota Probolinggo.
Pengumpulan dokumen lomba dibuka mulai 9 Februari hingga 29 Mei 2026 dengan penilaian yang dijadwalkan pada 15 Juni 2026. Penjurian akan melibatkan Wali Kota Probolinggo sebagai juri kehormatan serta juri eksternal dari kalangan akademisi dan jurnalis. Pengumuman pemenang rencananya akan dilakukan bertepatan dengan Hari Jadi Kota Probolinggo.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Probolinggo menyediakan total hadiah sebesar Rp 25 juta untuk enam pemenang lomba arsip foto kuno tersebut.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Probolinggo Agus Efendy dan dihadiri oleh perwakilan OPD, komunitas, pegiat sejarah serta masyarakat umum.
Sekretaris Dispersip Kota Probolinggo Yoyok Imam menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk menyelamatkan, mengamankan serta menjaga ketersediaan informasi dan memori kolektif masyarakat melalui pengelolaan arsip secara digital dan berkelanjutan. Selain itu, lomba arsip foto kuno juga diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor kepariwisataan Kota Probolinggo.
“Memang tugas kami di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan adalah menggali informasi historis perjalanan Kota Probolinggo sejak pasca-kemerdekaan hingga saat ini. Lomba arsip foto ini sangat penting untuk pengembangan kota ke depan. Perlu diketahui, kegiatan serupa terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2005, sehingga dalam kurun waktu 21 tahun tentu banyak perubahan yang terjadi,” ungkapnya.
Sementara Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Probolinggo Agus Efendy dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga arsip-arsip bernilai sejarah sebagai bagian dari identitas daerah.
“Kota Probolinggo memiliki rekam jejak sejarah yang panjang. Namun sering kali potongan sejarah itu tercecer di lemari-lemari tua, tersimpan dalam dokumen keluarga atau bahkan nyaris terlupakan. Padahal, satu lembar foto lama memiliki nilai cerita peristiwa masa lalu yang sangat berharga bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Agus Efendy menambahkan, setidaknya ada empat tujuan utama dari kegiatan ini, yaitu penyelamatan memori kolektif melalui pengamanan foto-foto asli, penambahan khazanah arsip daerah yang autentik, pendokumentasian kembali momen-momen langka seperti bangunan cagar budaya, suasana pasar dan transportasi tempo dulu hingga tradisi lokal yang mungkin telah berubah seiring waktu. Seluruh hasil lomba nantinya akan dimanfaatkan untuk kepentingan edukasi sejarah.
“Arsip masyarakat, baik berupa foto, dokumen maupun catatan sejarah lainnya, memiliki nilai strategis untuk memperkuat sejarah Kota Probolinggo secara autentik dan berkelanjutan. Ini adalah upaya kita bersama dalam menjaga dan menguatkan identitas kota,” pungkasnya. (mel/fas)