Dinsos Kabupaten Probolinggo Gerak Cepat Respons Bencana di Sejumlah Kecamatan


Probolinggo, Lensaupdate.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat menangani rangkaian bencana kebakaran, banjir, puting beliung hingga longsor yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo pada 17 Februari 2026 sekitar pukul 17.00 WIB. Laporan kejadian diterima pada 19 Februari 2026 dan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bencana terjadi di beberapa titik, antara lain Desa Banjarsawah Dusun Krajan 01/01 Kecamatan Tegalsiwalan, Desa Jorongan Dusun Krajan 03/05 dan 01/01 Kecamatan Leces, Desa Sukodadi Dusun Kebun 21/05 Kecamatan Paiton serta Dusun Puncaksari 16/05 Desa Sapih Kecamatan Lumbang.

Sejumlah warga terdampak di antaranya Asri (Banjarsawah), Nurhadi, Ridwan dan Samsul (Jorongan), Kandar (Sukodadi) serta Misto (Lumbang). Kebutuhan mendesak yang dibutuhkan meliputi sembako, pakaian anak (kids wear), selimut, tenda gulung, kasur lipat serta lauk pauk siap saji.

Dinsos bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah desa setempat, Forkopimka serta masyarakat melakukan distribusi bantuan sosial. Dapur umum tidak didirikan karena kondisi masih dapat ditangani secara mandiri oleh warga dengan dukungan logistik yang tersedia.

Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto mengatakan penanganan dilakukan sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo dengan mengedepankan prinsip kolaborasi dan respons cepat.

“Begitu laporan masuk, tim langsung melakukan asesmen lapangan dan berkoordinasi dengan lintas OPD serta pemerintah desa setempat. Prinsip kami dalam Pelayanan Sae Sosial adalah cepat responnya, jelas prosesnya dan terasa manfaatnya,” ujarnya.

Berdasarkan hasil asesmen, kebakaran di Desa Banjarsawah dipicu lilin yang dinyalakan saat listrik padam. Sementara hujan deras berintensitas tinggi menyebabkan banjir di sejumlah titik dan memicu longsor yang menimpa rumah milik Misto di Kecamatan Lumbang. Angin kencang juga dilaporkan merusak beberapa rumah warga.

Total kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah dengan estimasi kerusakan per lokasi berkisar antara Rp 10 juta hingga Rp 500 juta. Tidak ada laporan kerusakan fasilitas umum dalam kejadian tersebut.

Rachmad menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan penanganan bencana agar bantuan dapat segera diterima masyarakat terdampak. “Kolaborasi ini penting agar penanganan lebih efektif dan tepat sasaran,” pungkasnya. (ren/zid)