Tongas, Lensaupdate.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bersama Puskesmas Curahtulis Kecamatan Tongas melaksanakan kegiatan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TBC) menggunakan alat Portable X-Ray, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program SAE Pendidikan dan Kesehatan sekaligus upaya mempercepat eliminasi TBC tahun 2030.
Kegiatan skrining berlangsung di Puskesmas Curahtulis dengan melibatkan Wasor TBC Dinkes Kabupaten Probolinggo S. Trisnoharini, tim radiografer RSUD Tongas serta tenaga kesehatan setempat. Kolaborasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan ini diharapkan mampu memperluas jangkauan deteksi kasus TBC di masyarakat.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo mengatakan, metode ACF merupakan strategi aktif dalam menemukan kasus TBC pada kelompok berisiko agar dapat segera ditangani.
“Melalui program SAE Pendidikan dan Kesehatan, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan yang cepat dan akurat. Penggunaan Portable X-Ray ini mempermudah deteksi dini sehingga kasus dapat segera ditangani sebelum menularkan ke orang lain,” ujarnya.
Menurutnya, penemuan kasus aktif menjadi kunci dalam menekan angka penularan TBC di Kabupaten Probolinggo. Eliminasi TBC tidak cukup hanya menunggu pasien datang berobat, melainkan harus dilakukan skrining secara masif dan memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.
“Eliminasi TBC tidak bisa hanya menunggu pasien datang berobat. Kita harus aktif mencari dan memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas. Inilah bentuk komitmen kami dalam melindungi kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Hariawan juga mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan atau keringat malam. Pemeriksaan dan pengobatan TBC tersedia secara gratis di fasilitas kesehatan.
Dengan pelaksanaan ACF TBC menggunakan Portable X-Ray ini, Dinkes Kabupaten Probolinggo berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini semakin meningkat serta target eliminasi TBC tahun 2030 dapat tercapai secara optimal. (mel/fas)
