Tongas, Lensaupdate.com – BPBD Kabupaten Probolinggo melalui Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) melakukan pencarian terhadap seorang anak usia dua tahun yang dilaporkan hilang dan diduga jatuh ke Sungai Bayeman Dusun Polai RT 05 RW 01 Desa Sumendi Kecamatan Tongas, Selasa (3/2/2026) malam.
Korban diketahui bernama Arsya (laki-laki), dilaporkan hilang sekitar pukul 17.00 WIB. Saat kejadian, korban mengenakan kaos singlet dan celana pendek. Informasi awal diterima BPBD dari warga setempat yang menduga korban terpeleset dan jatuh ke aliran sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan setelah menerima laporan, tim langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian untuk melakukan asesmen dan koordinasi lintas instansi.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, TRC-PB BPBD Kabupaten Probolinggo langsung melakukan asesmen di lokasi dan berkoordinasi dengan Polsek Tongas, Polres Kota Probolinggo serta pihak keluarga korban. Tim juga melakukan pengecekan di titik terakhir korban diduga terpeleset,” ujarnya.
Menurutnya, pencarian dilakukan dengan menyisir area sungai, khususnya di bagian dangkal serta tumpukan rumpun bambu yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Penyisiran kami fokuskan di area dangkal dan tumpukan rumpun bambu, karena diduga korban dapat tersangkut di lokasi tersebut. Namun hingga laporan ini disusun, korban belum ditemukan,” jelasnya.
Oemar menambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Basarnas serta relawan SAR untuk memperkuat upaya pencarian. Namun, mengingat keterbatasan jarak pandang dan faktor keselamatan, pencarian sementara dihentikan.
“Koordinasi dengan Basarnas dan relawan SAR sudah kami lakukan. Untuk malam ini pencarian kami hentikan sementara demi keselamatan tim dan akan dilanjutkan kembali besok pagi dengan strategi lanjutan,” tegasnya.
Dalam operasi pencarian tersebut, sejumlah unsur terlibat, di antaranya Basarnas Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten Probolinggo, Polres Kota Probolinggo, Polsek Tongas, Damkar Pos Tongas, Satpol PP, Dishub, PSR (SAR Probolinggo Raya), Lazizmu serta dibantu warga setempat.
BPBD Kabupaten Probolinggo menghimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anak, terutama saat musim hujan dan kondisi sungai berisiko. (mel/fas)
