Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Probolinggo 2025 Capai 5,34 Persen


Probolinggo, Lensaupdate.com - Kinerja perekonomian Kabupaten Probolinggo sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren yang menggembirakan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo, pertumbuhan ekonomi daerah ini mencapai 5,34 persen atau meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 4,82 persen.

Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti mengatakan capaian tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat yang semakin pulih dan berkembang.

“Secara umum aktivitas perekonomian Kabupaten Probolinggo tahun 2025 menunjukkan geliat pertumbuhan yang positif. Angka 5,34 persen ini bahkan sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur yang mencapai 5,33 persen,” ujarnya.

Menurut Lilik, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Probolinggo atas dasar harga berlaku pada tahun 2025 mencapai Rp49,41 triliun. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan positif hampir di seluruh lapangan usaha.

Dari sisi produksi, sektor jasa perusahaan mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 9,93 persen. Pertumbuhan juga terjadi pada sektor transportasi dan pergudangan sebesar 8,07 persen, informasi dan komunikasi 7,57 persen serta industri pengolahan yang tumbuh 7,39 persen.

Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah tetap memberikan kontribusi terbesar terhadap perekonomian dengan porsi 31,36 persen dan tumbuh sebesar 3,45 persen.

“Peningkatan produksi dari sejumlah komoditas seperti hasil penebangan kayu, peternakan sapi hingga perkebunan tebu, tembakau dan kopi turut mendorong pertumbuhan sektor ini,” jelasnya.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi yang meningkat 5,88 persen. Kondisi ini dipicu oleh aktivitas pembangunan infrastruktur strategis nasional di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Salah satunya adalah pembangunan jalan tol ruas Tol Gending–Paiton yang dinilai memberikan dampak terhadap peningkatan investasi.

Selain itu, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penggerak utama ekonomi dengan kontribusi sebesar 69,86 persen terhadap total PDRB.

“Banyaknya hari libur nasional, libur sekolah serta berbagai kegiatan dan event yang digelar pemerintah daerah selama tahun 2025 ikut menjaga daya beli masyarakat dan mendorong aktivitas konsumsi,” tambahnya.

Dengan capaian tersebut, Kabupaten Probolinggo kini menempati peringkat ke-20 dalam laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Timur. Capaian ini diharapkan dapat terus dipertahankan melalui sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

“Kolaborasi yang baik sangat diperlukan agar stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat terus terjaga,” pungkasnya. (mel/fas)