Probolinggo, Lensaupdate.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo bersama DPRD Kota Probolinggo menggelar dialog interaktif dengan 50 organisasi kemasyarakatan (ormas) se-Kota Probolinggo di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Probolinggo, Jum'at (27/2/2026).
Kegiatan ini menjadi forum komunikasi terbuka antara eksekutif, legislatif dan unsur masyarakat dalam memperkuat sinergi pembangunan daerah. Dialog dibuka langsung Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin dan dihadiri Ketua DPRD Dwi Laksmi Synthakusumawardani, kepala perangkat daerah serta para pimpinan ormas.
Dalam sambutannya, Wali Kota Aminuddin mengapresiasi capaian Kota Probolinggo yang meraih penghargaan menuju kategori kota bersih. Menurutnya, hal itu selaras dengan program prioritas BERSOLEK yang diusung pemerintah daerah.
“Program ini juga sejalan dengan amanat Presiden melalui program ASRI, yang substansinya sama, yakni mewujudkan kota yang bersih, sehat dan nyaman,” ujarnya.
Wali Kota Aminuddin menekankan pentingnya pengendalian sampah plastik untuk menjaga kesehatan masyarakat. Ia menyebut tren kandungan mikroplastik di Kota Probolinggo menunjukkan penurunan seiring penguatan pengelolaan sampah.
“Kita sedang berperang melawan sampah plastik. Jika bisa dikendalikan, masyarakat akan lebih sehat dan risiko penyakit dapat dicegah,” jelasnya.
Selain kebersihan, Pemkot juga memperkuat branding daerah sebagai kota penyangga wisata dengan konsep “A City of Terrace” atau teras menuju Gunung Bromo. Branding ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik investasi dan pariwisata, sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan.
Lebih lanjut, Wali Kota Aminuddin menyampaikan bahwa berdasarkan data Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, Kota Probolinggo termasuk daerah dengan pertumbuhan kredit ekonomi yang cukup tinggi, sebagai indikator geliat ekonomi masyarakat.
Pemkot juga merencanakan pengembangan sektor peternakan, salah satunya budidaya burung puyuh sebagai komoditas unggulan baru yang dinilai memiliki potensi ekonomi menjanjikan.
Dalam forum tersebut, Wali Kota Aminuddin menegaskan pentingnya kolaborasi pembangunan melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan media.
Dialog berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari ormas, termasuk usulan lomba kebersihan antar kampung dan program berkelanjutan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Pemkot menyambut baik masukan tersebut dan berkomitmen memperkuat program kebersihan serta pemberdayaan masyarakat secara partisipatif. Dialog ini diharapkan menjadi wadah komunikasi konstruktif guna mewujudkan Kota Probolinggo yang bersih, maju dan sejahtera. (mel/fas)
