Probolinggo, Lensaupdate.com – Bunda PAUD Kota Probolinggo dr. Evariani melakukan visitasi dan edukasi gizi dalam rangka monitoring program Makan Bergizi Gratis (MBG) di TK Tunas Harapan, Jumat (13/2/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia menegaskan pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada periode emas tumbuh kembang anak.
dr. Evariani yang juga menjabat Ketua TP PKK Kota Probolinggo menyapa langsung siswa Kelompok A1 yang tengah menikmati menu MBG berupa nasi putih, ayam kremes, tempe bacem, tumis buncis dan baby corn, jeruk ponkam serta susu. Kegiatan serupa dilanjutkan ke kelas Kelompok A2 dan A3.
Di hadapan wali murid, ia menekankan bahwa usia 0–8 tahun merupakan periode emas perkembangan otak anak sehingga asupan gizi harus diperhatikan secara serius.
“Pemberian makanan bergizi sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Orang tua perlu memahami konsep gizi seimbang, mengenalkan berbagai jenis makanan sejak dini serta menghindari gula, garam berlebih dan penyedap rasa agar anak mengenal rasa alami makanan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemantauan berat dan tinggi badan, imunisasi serta menjaga daya tahan tubuh anak. Kebiasaan baik di rumah harus selaras dengan program sekolah, termasuk disiplin, pembatasan penggunaan gawai dan membangun kebiasaan makan bersama keluarga.
Bunda Eva juga mendorong orang tua untuk kreatif jika anak menolak makanan tertentu, misalnya dengan mengajak anak memasak bersama agar tumbuh minat mencoba makanan sehat.
Sementara Kepala PAUD Tunas Harapan Ngatim menjelaskan program MBG telah berjalan sejak 19 Agustus 2025 dan berlangsung lancar. Menu MBG diberikan setiap Senin hingga Jumat meliputi nasi, protein nabati, protein hewani, sayur, buah dan terkadang susu. Khusus Sabtu, siswa menerima goodie bag berisi roti, susu, telur rebus dan buah.
Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Kota Probolinggo Eka Pujiyanti menambahkan, edukasi gizi dapat diintegrasikan dengan program MBG untuk mendukung monitoring dan evaluasi menu agar semakin variatif dan sehat.
Program MBG diharapkan menjadi fondasi mencetak generasi sehat, cerdas dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. Sinergi antara sekolah, orang tua dan pemerintah dinilai menjadi kunci utama dalam mengawal tumbuh kembang anak secara optimal. (mel/fas)
