Kraksaan, Lensaupdate.com - Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menutup secara resmi rangkaian pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) bagi kepala sekolah dan guru jenjang PAUD, PNF, SD, SMP hingga SLB se-Kabupaten Probolinggo. Penutupan kegiatan tersebut dirangkaikan dengan talkshow Pembelajaran Mendalam yang berlangsung di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (7/1/2026).
Kegiatan ini dihadiri Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Probolinggo Khoirul Anwar, Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo Purnomo, Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Asim, Ketua Himpaudi Kabupaten Probolinggo Siti Aisah dan Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo Ellyzabeth Evelyn, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Hary Tjahjono beserta jajaran, para Korwil Dikdaya kecamatan, pengawas sekolah, fasilitator pelatihan serta ratusan peserta dari berbagai satuan pendidikan.
Dalam sambutannya, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun daerah. Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus diawali dengan perubahan cara belajar yang lebih bermakna dan berorientasi pada penguatan karakter serta kompetensi peserta didik.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan pelatihan Pembelajaran Mendalam ini. Ini menjadi bukti komitmen bersama untuk menghadirkan transformasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masa depan,” ujarnya.
Bupati Haris menilai pembelajaran mendalam menuntut guru untuk tidak sekadar menyampaikan materi, tetapi mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menumbuhkan daya pikir kritis, kreativitas, kolaborasi dan karakter siswa. “Inilah pendekatan yang kita harapkan dapat melahirkan generasi Probolinggo yang unggul, berakhlak dan berdaya saing,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Haris juga meninjau berbagai praktik baik pembelajaran mendalam yang ditampilkan peserta pelatihan. Mulai dari pembelajaran sains bagi anak PAUD dan TK melalui eksperimen sederhana seperti hujan warna-warni dan lilin ajaib hingga penggunaan alat peraga untuk menjelaskan proses erosi dan fungsi vegetasi mangrove dalam mencegah abrasi.
Selain itu, Bupati Haris menyaksikan praktik pembelajaran matematika yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan serta pembelajaran inklusif bagi siswa difabel melalui pengenalan baca tulis huruf Braille. Ia juga berdialog dengan siswa SMP yang mempraktikkan pengolahan sampah sekolah menjadi pupuk organik sebagai bagian dari pendidikan karakter peduli lingkungan.
Menurut Bupati Haris, format talkshow dalam penutupan pelatihan menjadi ruang refleksi dan inspirasi bagi para pendidik. Ia bahkan mengaku mencoba langsung beberapa metode pembelajaran yang ditampilkan dan merasakan manfaatnya dalam memudahkan pemahaman materi.
“Perubahan besar dalam dunia pendidikan sering kali dimulai dari langkah kecil di ruang kelas. Dari keberanian guru untuk mencoba, konsisten dan berbagi praktik baik. Saya berharap apa yang diperoleh hari ini dapat diterapkan di sekolah masing-masing,” pesannya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menjelaskan pelatihan Pembelajaran Mendalam dan Koding serta Kecerdasan Artifisial (KKA) dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan era digital.
Pelatihan tersebut dilaksanakan berdasarkan regulasi nasional, di antaranya Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2025, Kepmendikdasmen Nomor 30/P/2025, serta petunjuk teknis dari Direktorat Jenderal GTK dan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK).
Pelaksanaan pelatihan berlangsung sejak 4 Oktober hingga 6 Desember 2025 dalam beberapa tahap. Pelatihan Pembelajaran Mendalam diselenggarakan oleh BBGTK Jawa Timur, sedangkan pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial dilaksanakan bekerja sama dengan Yale dan Aswajah.
Sebanyak 569 peserta yang terdiri dari guru dan kepala sekolah mengikuti pelatihan ini, dengan dukungan 30 narasumber dan fasilitator dari BBGTK, pengawas, kepala sekolah serta guru yang telah lulus Training of Trainers (ToT).
Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas pembelajaran di Kabupaten Probolinggo semakin kontekstual, inovatif dan inklusif, sehingga mampu menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan. (nab/zid)
