RSUD Waluyo Jati Perkuat Edukasi Pascastroke Lewat Senam dan Penyuluhan Kesehatan


Kraksaan, Lensaupdate.com - Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Waluyo Jati terus berupaya meningkatkan kualitas hidup pasien pascastroke melalui kegiatan edukatif dan rehabilitatif. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan senam stroke dan penyuluhan kesehatan yang digelar bersama komunitas TEGAR (Tegak dan BUGAR) di Instalasi Rehabilitasi Medik, Senin (19/1/2026).

Kegiatan ini menyasar pasien pascastroke beserta keluarga pendamping dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang stroke serta mendorong proses pemulihan yang berkelanjutan. Rangkaian acara diawali dengan senam stroke yang diikuti para peserta dengan penuh semangat.

Senam stroke tersebut dirancang untuk membantu menjaga kelenturan otot, melatih keseimbangan tubuh serta menunjang kemampuan gerak pasien dalam proses rehabilitasi. Aktivitas fisik ringan dan terarah ini dinilai penting untuk mempertahankan fungsi tubuh pascastroke.

Setelah senam, peserta mendapatkan edukasi kesehatan yang disampaikan oleh dokter spesialis Neurologi RSUD Waluyo Jati, dr. Ika Alimawati, Sp.N, FINA. Dalam pemaparannya, dr. Ika menjelaskan stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.

“Stroke tidak boleh dianggap sepele. Penanganan yang cepat sangat menentukan hasil pemulihan pasien. Semakin awal pasien ditangani di rumah sakit, semakin besar peluang untuk menekan risiko kecacatan,” jelasnya.

Ia juga mengajak peserta untuk mengenali gejala awal stroke melalui metode “SeGeRa Ke RS” sebagai panduan sederhana bagi masyarakat. Tanda-tanda tersebut antara lain senyum tidak simetris, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, bicara pelo, kebas atau mati rasa, gangguan penglihatan mendadak hingga sakit kepala hebat.

“Begitu muncul gejala-gejala tersebut, jangan menunggu kondisi memburuk. Segera bawa pasien ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis secepat mungkin,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, PKRS RSUD Waluyo Jati berharap pasien dan keluarga memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai stroke, sehingga mampu bersikap sigap dan tepat dalam menghadapi kondisi darurat.

“Program edukasi ini merupakan komitmen kami untuk mendampingi pasien pascastroke secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan penanganan penyakit tidak menular,” pungkasnya. (nab/zid)