Gading, Lensaupdate.com - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo menunjukkan respons cepat dalam menangani kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sempat terpasung di Desa Sentul Kecamatan Gading. Tindakan tersebut dilakukan menyusul adanya pengaduan masyarakat serta laporan resmi dari Pemerintah Desa Sentul pada Senin (5/1/2026) sore.
ODGJ tersebut diketahui bernama Misbahul Ulum (29), warga Dusun Janti RT 06 RW 02 Desa Sentul. Berdasarkan keterangan warga sekitar, yang bersangkutan kerap mengalami perubahan perilaku berupa mengamuk, berbicara sendiri dan meresahkan lingkungan. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan keselamatan dirinya maupun orang lain sehingga keluarga mengambil langkah pemasungan sementara di rumah kosong.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Terpadu Percepatan Penanganan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial (T2P2KS) Satgas Ekstrem Kemiskinan SAE Social Care bersama Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kecamatan Gading segera turun ke lokasi untuk melakukan asesmen awal. Tim juga melakukan koordinasi dengan keluarga, pemerintah desa, tokoh agama serta tokoh masyarakat setempat.
Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto menegaskan penanganan ODGJ pasung merupakan prioritas dan bentuk perlindungan negara terhadap kelompok rentan. Laporan masyarakat menjadi dasar penting dalam percepatan penanganan kasus serupa.
“Setelah menerima laporan dari warga dan pemerintah desa, tim kami langsung bergerak. Penanganan ODGJ pasung tidak bisa ditunda karena berkaitan dengan keselamatan klien dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Hasil asesmen sementara menunjukkan gangguan kejiwaan klien dipicu oleh tekanan ekonomi serta permasalahan rumah tangga yang berkepanjangan. Klien diketahui sebelumnya bekerja sebagai pedagang sepeda motor bekas, namun permasalahan transaksi serta kondisi ekonomi keluarga diduga memperberat beban mental yang dialaminya.
“Tekanan ekonomi, konflik keluarga dan beban psikologis yang terus-menerus menjadi faktor pemicu. Jika tidak ditangani secara medis, kondisi ini berisiko semakin parah,” jelasnya.
Berdasarkan kesepakatan bersama keluarga dan pemerintah desa, klien kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis dan rehabilitasi lanjutan sesuai prosedur penanganan ODGJ.
“Rujukan ke RSJ Menur Surabaya dilakukan agar klien memperoleh perawatan yang komprehensif. Dinsos akan terus melakukan pemantauan selama proses pemulihan,” tegasnya.
Rachmad juga mengapresiasi peran aktif masyarakat serta sinergi lintas sektor dalam membantu kelancaran proses evakuasi dan rujukan. Ia berharap praktik pemasungan tidak kembali terjadi di tengah masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk segera melapor jika menemukan kasus serupa agar dapat ditangani secara manusiawi dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Dalam penanganan kasus tersebut, Dinsos Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Sentul, tokoh agama, tokoh masyarakat serta PSM Kecamatan Gading. (ren/zid)
