Podcast Bromo FM Edukasi Akses Braille, Perkuat Kemandirian Tunanetra


Kraksaan, Lensaupdate.com - LPPL Radio Bromo FM Kabupaten Probolinggo menggandeng Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Probolinggo melalui program podcast edukatif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya huruf Braille sebagai sarana akses ilmu pengetahuan dan kemandirian penyandang tunanetra, Sabtu (3/1/2026).

Podcast yang berlangsung di Studio LPPL Radio Bromo FM Jalan Rengganis Nomor 1 Kraksaan ini dipandu oleh penyiar Vey Veronica. Hadir sebagai narasumber, Humas Pertuni Kabupaten Probolinggo Adam Pratama Putra dan Sekretaris Pertuni Kabupaten Probolinggo Feby Afisyatul Febyana.

Dalam diskusi tersebut, Adam Pratama Putra menjelaskan Braille merupakan sistem tulisan berbasis enam titik timbul yang diciptakan oleh Louis Braille dan telah digunakan secara luas oleh tunanetra di seluruh dunia. Braille menjadi media utama bagi tunanetra dalam mengakses ilmu pengetahuan, termasuk membaca kitab suci dan berbagai literatur.

“Braille menjadi jembatan utama tunanetra untuk belajar dan hidup mandiri. Saat ini bahkan sudah banyak fasilitas publik, seperti mesin ATM yang menyediakan angka Braille sebagai bentuk dukungan aksesibilitas,” jelas Adam.

Ia juga menekankan proses pembelajaran Braille memerlukan pendampingan serta alat khusus agar tunanetra, khususnya pemula dapat memahami dan menggunakannya secara optimal. Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar dinilai sangat penting dalam membangun kemandirian tunanetra.

Sementara Feby Afisyatul Febyana menyampaikan tunanetra memanfaatkan berbagai alat bantu, mulai dari reglet dan stilus, mesin tik Braille hingga perangkat elektronik dengan layar Braille. Meski tidak mudah dan membutuhkan biaya, alat-alat tersebut sangat membantu aktivitas sehari-hari.

“Dengan Braille, tunanetra dapat mengembangkan potensi diri, bekerja dan beraktivitas secara mandiri. Braille adalah pintu menuju kemandirian,” ungkap Feby.

Melalui podcast ini, LPPL Radio Bromo FM bersama Pertuni Kabupaten Probolinggo berharap masyarakat semakin memahami pentingnya aksesibilitas Braille di ruang publik, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, khususnya menjelang peringatan Hari Braille Internasional. (nab/zid)