Pasca Banjir Krejengan, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Lakukan Asesmen Kerusakan SDN Rawan


Krejengan, Lensaupdate.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo turun langsung meninjau kondisi SDN Rawan Kecamatan Krejengan yang terdampak banjir akibat hujan deras, Senin (19/1/2026). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap gangguan sarana pendidikan pascabencana.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono bersama Kepala Bidang Pembinaan SD Sri Agus Indariyati melihat langsung kondisi ruang kelas, halaman sekolah serta fasilitas pendukung yang sempat terendam banjir. Dalam peninjauan tersebut, rombongan juga menyaksikan aktivitas gotong royong kepala sekolah, guru dan siswa yang membersihkan sisa lumpur di lingkungan sekolah.

Hary mengatakan, kehadiran Disdikdaya di lokasi bertujuan memberikan dukungan moril sekaligus memastikan proses pemulihan sekolah berjalan optimal agar kegiatan belajar mengajar segera kembali normal.

“Kami ingin memastikan satuan pendidikan yang terdampak tidak berjalan sendiri. Kehadiran kami ini untuk memberi semangat kepada pendidik dan peserta didik serta melihat langsung kondisi sarana yang terdampak,” ujarnya.

Selain itu, Disdikdaya juga melakukan pendataan awal terkait kebutuhan sekolah pascabanjir sebagai dasar langkah penanganan lanjutan. Dari hasil sementara, banjir disebabkan jebolnya tangkis sungai yang lokasinya berdekatan dengan area sekolah, sehingga air dengan cepat masuk ke lingkungan SDN Rawan.

“Kami lakukan asesmen kebutuhan dan akan mengoordinasikan hasilnya dengan pihak terkait. Penyebab banjir ini perlu ditangani secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya.

Berdasarkan laporan pihak sekolah, hujan deras mulai mengguyur wilayah Kecamatan Krejengan sejak pagi hari. Debit air sungai terus meningkat hingga pada malam hari air mulai meluap dan masuk ke halaman sekolah.

Dalam kurun waktu singkat, ketinggian air meningkat drastis dan merendam hampir seluruh ruangan sekolah, termasuk ruang kelas 1 sampai 6, ruang UKS, ruang inklusi, ruang kepala sekolah serta ruang guru. Pada puncaknya, ketinggian air di halaman sekolah mencapai sekitar satu meter.

Air mulai surut pada malam hari, namun meninggalkan endapan lumpur tebal di ruang kelas dan halaman sekolah. Sejumlah fasilitas sekolah turut terdampak, di antaranya perangkat elektronik, buku paket, dokumen administrasi, karpet ibadah, matras olahraga, kursi guru hingga pagar sekolah yang mengalami kerusakan.

Pembersihan awal telah dilakukan pada Minggu (18/1/2026) oleh kepala sekolah, guru, staf dan wali murid dengan peralatan terbatas. Sementara pembersihan lumpur di halaman sekolah masih menunggu bantuan dari instansi terkait.

Disdikdaya Kabupaten Probolinggo memastikan akan terus memantau kondisi SDN Rawan serta mengoordinasikan dukungan pemulihan agar aktivitas pembelajaran dapat kembali berlangsung dengan aman dan nyaman.

“Dengan kerja sama semua pihak, kami optimistis pemulihan bisa berjalan cepat sehingga anak-anak dapat kembali belajar tanpa rasa khawatir,” pungkasnya. (nab/zid)