Lewat Dzikir dan Sholawat, Bupati Haris Dorong ASN Tingkatkan Spiritualitas dan Kepedulian Sosial


Kraksaan, Lensaupdate.com - Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengajak aparatur sipil negara (ASN) dan seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat nilai keimanan, keikhlasan serta empati sosial melalui kegiatan keagamaan yang dilakukan secara rutin dan penuh kebersamaan.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati Haris saat menghadiri kegiatan Dzikir dan Sholawat ASN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama Majelis Sholawat Muhammad yang digelar di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Jumat (9/1/2026).

Kegiatan keagamaan ini diikuti oleh karyawan dan karyawati di lingkungan Pemkab Probolinggo. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE., MM., Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para Camat se-Kabupaten Probolinggo.

Suasana semakin khidmat dengan hadirnya dai tunanetra Raffi Al Firdaus yang menyampaikan tausiyah. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dengan Sang Pencipta dan sesama manusia.

Dalam sambutannya, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menegaskan bahwa dzikir dan sholawat yang dilaksanakan bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan menjadi sarana refleksi diri untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Alhamdulillah hari ini kita diparingi istiqomah untuk melantunkan sholawat bersama. Bacaan Yasin, istighfar dan doa-doa para ulama ini sangat luar biasa karena mengajarkan kita tidak hanya meminta rezeki, tetapi juga memohon ampunan dan diterimanya tobat,” ujarnya.

Bupati Haris menambahkan hakikat ibadah adalah kesadaran manusia akan keterbatasan dirinya serta keikhlasan dalam menjalani kehidupan, termasuk saat menghadapi ujian dan kekurangan.

“Kesempurnaan manusia tidak diukur dari fisiknya, melainkan dari imannya. Setiap manusia diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak ada manusia yang sepenuhnya sempurna dan tidak ada yang sepenuhnya kekurangan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Haris juga mengajak seluruh peserta untuk menghormati dan menghargai kaum difabel. Keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk memiliki iman yang kuat dan masa depan yang baik.

“Tidak ada manusia baik yang tidak memiliki masa depan, termasuk saudara-saudara kita yang tidak bisa melihat, mendengar, berbicara atau berjalan. Dari merekalah kita justru banyak belajar tentang ketulusan dan kekuatan iman,” jelasnya.

Bupati Haris mengungkapkan dirinya kerap meminta doa kepada penyandang disabilitas karena meyakini ketulusan hati mereka dalam berdoa. “Mereka melihat bukan dengan mata, tetapi dengan hati dan iman. Itu pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua,” tambahnya.

Selain penguatan spiritual, Bupati Haris juga mengajak seluruh jajaran Pemkab Probolinggo dan masyarakat untuk aktif mengikuti kegiatan sosial dan kebugaran, seperti jalan kaki bersama serta olahraga inklusif yang melibatkan penyandang disabilitas.

“Saya berharap kegiatan dzikir dan sholawat ini tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga menumbuhkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri dan semakin peduli terhadap sesama,” pungkasnya. (nab/zid)