Kraksaan, Lensaupdate.com - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kebonagung Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo mulai mengembangkan budidaya ikan nila sistem bioflok sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian desa. Program tersebut ditandai dengan penebaran ribuan benih ikan nila, Senin (19/1/2026).
Sebanyak 17 ribu benih ikan nila ditebar di kolam bioflok yang berlokasi di Dusun Gilin Desa Kebonagung. Budidaya ini ditargetkan mampu menghasilkan panen hingga 3 ton per siklus dengan estimasi nilai produksi lebih dari Rp 75 juta. Hasil tersebut diharapkan menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi koperasi dan masyarakat sekitar.
Budidaya ikan nila sistem bioflok ini merupakan bagian dari program budidaya tematik ikan air tawar yang digulirkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program tersebut menyasar koperasi desa sebagai motor penggerak ekonomi berbasis potensi lokal, khususnya di wilayah pedesaan Pulau Jawa.
Kegiatan penebaran benih dihadiri Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Wahid Noor Azis, Kepala Desa Kebonagung Widi Purwanto beserta perangkat desa, pengurus KDMP Kebonagung serta penyuluh perikanan. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan perikanan budidaya di tingkat desa.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya Diskan Kabupaten Probolinggo Wahid Noor Azis mengatakan budidaya ikan nila dengan sistem bioflok memiliki keunggulan efisiensi lahan, pakan dan air, sehingga cocok dikembangkan di wilayah desa.
“Budidaya ikan nila dan lele sangat strategis untuk mendukung ketahanan pangan. Selain memenuhi kebutuhan protein masyarakat, hasil produksinya juga dapat menunjang program Makan Bergizi Masyarakat,” katanya.
Wahid menjelaskan KDMP Kebonagung merupakan salah satu dari 100 koperasi desa penerima program budidaya tematik bioflok dari KKP yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan DIY. Melalui program ini, koperasi desa didorong untuk mengelola usaha produktif secara profesional dan berkelanjutan.
“Bantuan yang diberikan meliputi 24 unit kolam bundar bioflok lengkap dengan pompa dan genset, benih ikan nila sebanyak 17.000 ekor, pakan, probiotik serta obat-obatan. Harapannya, KDMP mampu mengelola usaha ini secara mandiri dan berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wahid menyampaikan program bioflok ini terintegrasi dengan skema Peti Koin Bermantra yang bertujuan memperluas akses pasar hasil budidaya. Produksi ikan nila diarahkan untuk mendukung kebutuhan protein pada program nasional Makan Bergizi Gratis melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sementara Kepala Desa Kebonagung Widi Purwanto berharap program budidaya ikan nila ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa.
“Kami berharap usaha ini tidak hanya meningkatkan pendapatan koperasi, tetapi juga memperkuat kebersamaan, gotong royong dan kemandirian ekonomi warga Desa Kebonagung,” ujarnya.
Melalui pengembangan budidaya bioflok ini, KDMP Kebonagung diharapkan mampu menjadi contoh pengelolaan usaha perikanan desa yang produktif, berkelanjutan dan berorientasi pada ketahanan pangan masyarakat. (nab/zid)
