IDI Cabang Kabupaten Probolinggo Salurkan 330 Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir


Sumberasih, Lensaupdate.com - Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana banjir, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Probolinggo menggelar bakti sosial tanggap bencana di Desa Sumberbendo Kecamatan Sumberasih dan Desa Bayeman Kecamatan Tongas, Sabtu (24/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, IDI Cabang Kabupaten Probolinggo menyalurkan sebanyak 330 paket bantuan. Rinciannya, 180 paket disalurkan kepada warga terdampak banjir di Desa Sumberbendo Kecamatan Sumberasih dan 150 paket bantuan untuk warga Desa Bayeman Kecamatan Tongas.

Penyaluran bantuan tersebut dihadiri Ketua IDI Cabang Kabupaten Probolinggo dr. Syahrudi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Armo Eko Purwanto, Camat Sumberasih Agus Setiono, Camat Tongas Rochmad Widiarto serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Ketua IDI Cabang Kabupaten Probolinggo dr. Syahrudi mengatakan keterlibatan IDI dalam penanganan bencana merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan yang dilakukan secara cepat, terkoordinasi dan berkelanjutan.

“Ketika terjadi bencana, kami langsung bergerak. Informasi awal kami peroleh dari Bapak Kepala Pelaksana BPBD serta rekan-rekan di lapangan, sehingga respons dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Menurut Syahrudi, bantuan yang disalurkan tidak hanya difokuskan pada layanan kesehatan, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir.

“Kebutuhan utama masyarakat saat terjadi bencana adalah kelayakan tempat tinggal dan pemenuhan kebutuhan makan. Hal itulah yang kami persiapkan dan distribusikan agar masyarakat tetap mendapatkan dukungan dan semangat,” jelasnya.

Syahrudi juga mengapresiasi sinergi lintas sektor yang terjalin dalam penanganan bencana ini, khususnya dukungan dan koordinasi dari BPBD Kabupaten Probolinggo.

“Alhamdulillah, dukungan dari Bapak Kepala Pelaksana BPBD sangat membantu sehingga seluruh rangkaian kegiatan penyaluran bantuan hari ini dapat berjalan dengan cepat dan lancar,” terangnya.

Ke depan, Syahrudi berharap penguatan program Desa Tangguh Bencana terus dioptimalkan agar respons penanganan bencana di tingkat desa semakin sigap dan terkoordinasi.

“Harapan kami tentu tidak ada bencana. Namun jika terjadi, desa tangguh bencana harus aktif. Dari IDI, BPBD, dan seluruh pihak terkait, Insya Allah kami siap mendukung,” tambahnya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menegaskan salah satu penyebab utama terjadinya banjir adalah kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, terutama di sungai.

“Biasakan membuang sampah pada tempatnya, jangan di jalan apalagi di sungai. Penyebab banjir bukan hanya sampah plastik atau kertas, tetapi juga ranting pohon dan material lain yang dapat menghambat aliran sungai,” ujarnya.

Oemar juga menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana lainnya seperti angin kencang dan kejadian alam lain serta segera melaporkan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana kepada BPBD.

“Kami mohon masyarakat selalu waspada. Jika ada kondisi yang berpotensi menjadi bencana, segera laporkan agar dapat ditangani sejak dini,” tegasnya.

Selain itu, Oemar menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, kecamatan dan unsur Forkopimka dalam upaya pencegahan dan mitigasi bencana.

“BPBD Kabupaten Probolinggo akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana,” tambahnya.

Sementara anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Armo Eko Purwanto menyampaikan dukungannya terhadap langkah cepat pemerintah daerah bersama IDI dan BPBD dalam membantu warga terdampak banjir.

“Pada kesempatan ini saya mendampingi Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang diwakili BPBD bersama IDI Cabang Kabupaten Probolinggo dalam menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir,” ungkapnya.

Menurut Armo, sinergi antara pemerintah daerah, organisasi profesi dan legislatif sangat penting agar bantuan dapat tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran.

“Harapan kami, banjir tidak kembali terjadi, khususnya di Desa Sumberbendo. Warga sudah cukup merasakan dampaknya dan tentu kita semua tidak ingin hal ini terulang,” pungkasnya. (mel/fas)