Dringu, Lensaupdate.com - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo menerima audiensi Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo bersama Lembaga Konsultasi dan Perlindungan Perempuan dan Anak (LKP3A), Rabu (7/1/2026). Audiensi tersebut menjadi langkah awal penguatan sinergi dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kabupaten Probolinggo.
Rombongan PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo dipimpin Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Sofia didampingi Ketua LKP3A Fatayat NU Athik Hosniati beserta jajaran pengurus.
Kedatangan rombongan disambut Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo A’at Kardono yang didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Rigustina, Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Ketahanan Keluarga dr. Adi Nugroho WD., serta Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan Dian Rachmawati.
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo A’at Kardono menyampaikan apresiasi atas komitmen dan kepedulian Fatayat NU terhadap isu perempuan dan anak. Keterlibatan organisasi perempuan berbasis keagamaan memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah daerah.
“Kami sangat mengapresiasi Fatayat NU Kabupaten Probolinggo yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Sinergi dengan organisasi masyarakat, khususnya organisasi keagamaan, sangat kami butuhkan untuk memperkuat program di lapangan,” ujarnya.
A’at menambahkan audiensi ini menjadi titik awal penyelarasan program antara DP3AP2KB dan Fatayat NU agar dapat berjalan searah hingga ke tingkat desa. Dengan kolaborasi tersebut, pemerintah daerah akan memiliki jejaring relawan yang lebih luas dalam mendukung pelaksanaan program.
“Ke depan, program-program yang ada akan kita selaraskan agar dapat bersinergi di lapangan. Dengan begitu, kami memiliki dukungan kader dan relawan yang siap membantu menyukseskan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk perundungan dan permasalahan sosial lainnya. “Kader Fatayat NU diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam melakukan pencegahan, pendampingan hingga edukasi kepada masyarakat,” tambahnya.
Sementara Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Sofia menegaskan kesiapan organisasinya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Fatayat NU tidak hanya bergerak dalam bidang keagamaan, tetapi juga aktif dalam isu sosial, khususnya perempuan dan anak.
“Fatayat NU siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Audiensi ini menjadi ruang penting untuk menyelaraskan program kerja Fatayat NU dengan kebijakan pemerintah agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Sofia menjelaskan Fatayat NU memiliki jaringan kader hingga tingkat desa yang siap mendukung berbagai program, mulai dari pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penguatan edukasi keluarga hingga peningkatan kapasitas perempuan di tingkat akar rumput.
Hal senada disampaikan Ketua LKP3A Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Athik Hosniati. Ia menegaskan lembaganya siap berperan aktif dalam pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak secara komprehensif.
“LKP3A Fatayat NU berkomitmen memberikan pendampingan mulai dari konseling, rujukan hukum hingga pemulihan psikososial. Sinergi dengan pemerintah daerah sangat penting agar penanganan kasus dapat dilakukan secara terpadu,” jelasnya.
Melalui audiensi ini, DP3AP2KB dan PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo berharap terbangun kerja sama yang berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah anak serta berkeadilan gender di Kabupaten Probolinggo. (mel/fas)
