Dari Ranting, Fatayat NU Bangun Kekuatan Perempuan Desa


Wonomerto, Lensaupdate.com - Suasana khidmat dan penuh semangat mewarnai Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Wonomerto, Minggu (4/1/2025). Sekitar 80 kader dan pengurus Pimpinan Ranting Fatayat NU Desa Kareng Kidul berkumpul dalam sebuah agenda penting yang menandai langkah awal penguatan peran perempuan di tingkat desa.

Agenda tersebut adalah kegiatan penguatan kapasitas pengurus dan anggota Fatayat NU Kareng Kidul, yang sekaligus menjadi pertemuan perdana rutinan Majelis Shalawat Fatayat NU. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran organisasi sekaligus penguatan spiritual bagi kader perempuan muda NU.

Hadir langsung memimpin kegiatan, Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Sofia. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh peserta untuk kembali memaknai posisi ranting sebagai jantung gerakan Fatayat NU. Dari rantinglah kerja-kerja nyata organisasi dimulai dan langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.

“Ranting adalah basis utama gerakan. Jika ranting kuat, Fatayat NU akan benar-benar hadir, hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa,” tutur Sofia di hadapan para peserta.

Ia menekankan pentingnya pengurus ranting memiliki kapasitas organisasi yang baik, pemahaman ideologi Ahlussunnah wal Jamaah yang kokoh serta kepekaan sosial terhadap persoalan di lingkungan sekitar. Dengan bekal tersebut, Fatayat NU diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan sosial yang dihadapi perempuan desa.

Dukungan terhadap kegiatan ini datang dari Kepala Desa Kareng Kidul Suladi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I MWC NU Kecamatan Wonomerto. Ia menilai Fatayat NU memiliki peran strategis dalam membangun kualitas perempuan desa dan memperkuat kehidupan sosial kemasyarakatan. “Pemerintah desa siap mendukung gerakan Fatayat NU. Perempuan muda harus diberi ruang untuk tumbuh, belajar dan berkontribusi bagi desa,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Wonomerto Kiai Muhammad Muhsin, Rais Syuriah MWC NU Kiai Malik Damanhurii, Ketua Ranting Muslimat NU Desa Kareng Kidul serta Pembina Fatayat NU Nyai Aisyah. Kehadiran para tokoh NU tersebut memperkuat pesan bahwa gerakan perempuan mendapat dukungan penuh dari struktur ke-NU-an.

Sementara Ketua Pimpinan Ranting Fatayat NU Desa Kareng Kidul Khotim menyampaikan bahwa kegiatan penguatan kapasitas ini merupakan bagian dari tahapan awal menuju pelantikan pengurus ranting yang dijadwalkan pada 8 Januari 2026. “Ini menjadi pijakan awal kami untuk membangun kekompakan organisasi dan mempersiapkan program kerja yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Melalui penguatan kapasitas ini, Fatayat NU Desa Kareng Kidul diharapkan mampu tampil sebagai penggerak pemberdayaan perempuan muda, penjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah serta mitra strategis pemerintah desa dalam pembangunan sosial. Dari ranting inilah, Fatayat NU menegaskan komitmennya menghadirkan gerakan perempuan muda yang terorganisir, berdaya dan berakar kuat pada nilai ke-NU-an. (mel/fas)