BPBD Kabupaten Probolinggo Inventarisasi Dampak Bencana, Ribuan Rumah Warga Terdampak


Kraksaan, Lensaupdate.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menyampaikan hasil rekapitulasi sementara dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Kabupaten Probolinggo sepanjang pertengahan Januari 2026. Peristiwa banjir, angin kencang dan cuaca ekstrem yang terjadi pada 11, 16 dan 17 Januari tersebut berdampak luas terhadap infrastruktur dan permukiman warga.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengungkapkan hasil asesmen awal mencatat ribuan rumah warga terdampak serta kerusakan sejumlah infrastruktur vital, terutama jembatan dan plengsengan.

“Berdasarkan pendataan sementara di lapangan, terdapat total 1.379 unit rumah warga yang terdampak bencana. Selain itu, sejumlah jembatan mengalami kerusakan hingga putus akibat banjir dan tingginya debit air,” jelasnya.

Menurut Oemar, kerusakan infrastruktur jembatan tercatat pada tiga titik yang mengalami rusak berat, yakni jembatan penghubung Desa Ambulu–Desa Sumberbendo, Desa Satreyan–Desa Sumbersecang serta jembatan di Desa Betektaman. Sementara itu, lima jembatan lainnya dilaporkan putus total dan tidak dapat dilalui.

“Lima jembatan putus berada di Dusun Beji Desa Banjarsari, penghubung Desa Jangur–Desa Sumberbendo, Desa Brani Wetan–Desa Sumbersecang, Dusun Mendek Kulon Desa Sumberkramat serta jembatan di Desa Kalianan,” paparnya.

Selain jembatan, BPBD juga mencatat kerusakan plengsengan sebanyak delapan unit yang tersebar di sejumlah lokasi terdampak banjir. Kondisi ini berpotensi memperparah risiko banjir susulan apabila tidak segera ditangani.

Untuk dampak terhadap warga, Oemar merinci jumlah kepala keluarga terdampak paling banyak berada di Kecamatan Tongas dengan 590 KK. Disusul Kecamatan Krejengan sebanyak 446 KK, Kecamatan Sumberasih 224 KK, Kecamatan Maron 104 KK serta Kecamatan Leces sebanyak 15 KK.

“Data ini masih bersifat sementara dan akan terus kami perbarui seiring asesmen lanjutan di lapangan,” ujarnya.

Cuaca ekstrem juga berdampak pada sektor pendidikan. Salah satu fasilitas pendidikan di Desa Sumberkare Kecamatan Wonomerto dilaporkan mengalami kerusakan akibat angin kencang. BPBD telah melakukan pengecekan awal untuk memastikan keamanan bangunan serta kelangsungan kegiatan belajar mengajar.

Oemar menegaskan BPBD Kabupaten Probolinggo terus mengintensifkan koordinasi dengan OPD terkait, pemerintah kecamatan dan desa serta unsur relawan dalam rangka penanganan darurat, distribusi logistik dan rencana perbaikan infrastruktur.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air. Upaya mitigasi harus dilakukan bersama agar dampak bencana dapat diminimalisir,” pungkasnya. (mel/fas)