Tulis Surat untuk Keluarga, Cara Rutan Kraksaan Bangun Kesadaran Diri


Kraksaan, Lensaupdate.com - Sebagai bagian dari pembinaan kepribadian, Rutan Kraksaan menggelar rehabilitasi emosional dengan mendorong warga binaan mengekspresikan perasaan dan harapan melalui surat untuk keluarga. Kegiatan bertema “Afirmasi Positif untuk Pemulihan Diri” ini dilaksanakan pada Selasa (30/12/2025) sebagai bagian dari pembinaan kepribadian warga binaan.

Kegiatan rehabilitasi diawali dengan pembekalan materi tentang afirmasi positif yang bertujuan membantu warga binaan mengenali dan menerima diri sendiri. Setelah sesi pembekalan, warga binaan diberikan tugas reflektif berupa penulisan surat cinta yang ditujukan kepada keluarga atau orang terdekat mereka.

Kepala Rutan Kraksaan Galih Setiyo Nugroho menegaskan program rehabilitasi tidak hanya berorientasi pada pemulihan fisik, tetapi juga menyentuh aspek mental dan emosional warga binaan. Pendekatan afirmasi positif menjadi salah satu metode efektif untuk membangun kesadaran diri dan motivasi hidup.

“Rehabilitasi dengan afirmasi positif ini kami rancang untuk membantu warga binaan mengenali diri, menerima kondisi yang dihadapi serta menumbuhkan harapan dan semangat untuk menjalani masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kraksaan M. Yasin menjelaskan kegiatan reflektif seperti menulis surat memiliki dampak psikologis yang signifikan. Menulis surat cinta menjadi sarana untuk mengekspresikan perasaan yang selama ini terpendam.

“Melalui penulisan surat, warga binaan dapat menyampaikan perasaan, penyesalan serta harapan kepada keluarga mereka. Ini membantu mengelola emosi, memperbaiki hubungan sosial, dan menumbuhkan kembali empati,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa metode tersebut juga mendorong warga binaan untuk lebih bertanggung jawab atas kesalahan masa lalu dan memahami makna dukungan keluarga dalam proses pembinaan.

“Kegiatan rehabilitasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pemulihan mental dan emosional warga binaan. Dengan pendekatan afirmasi positif dan refleksi diri, kami berupaya membentuk pribadi warga binaan yang lebih stabil secara emosional, optimistis dan siap menjalani kehidupan yang lebih baik setelah masa pembinaan berakhir,” pungkasnya. (nab/zid)