Probolinggo, Lensaupdate.com – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) Communal Branding bertema “Identifikasi Peluang Pengembangan Communal Branding Komoditas Palm Sugar di Jawa Timur” di ruang pertemuan DKUPP Kabupaten Probolinggo, Rabu (3/12/2025).
FGD diikuti 30 peserta yang terdiri atas para pemangku kepentingan, kelompok tani penghasil palm sugar/gula aren dan pelaku usaha UMKM. Narasumber utama kegiatan adalah Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang Prof. Mangku Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D., yang memaparkan materi mengenai koperasi berbasis komunitas dan peluang bisnis palm sugar.
Kegiatan ini bertujuan memetakan potensi komoditas palm sugar di Jawa Timur, menyerap masukan dari berbagai pihak untuk pengembangan ekosistem communal branding serta mensinergikan peranan lembaga dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing produk gula aren.
Kepala Bidang Usaha Mikro DKUPP Kabupaten Probolinggo Aditia Arya Guntoro menyampaikan pelaku usaha kecil harus dipandang sebagai pengusaha sesungguhnya. “Pelaku UMKM itu sama seperti pengusaha top di Indonesia. Yang membedakan hanya skala usahanya, tetapi jiwa entrepreneurnya sama. Karena itu mari kita mulai menyebut mereka sebagai pengusaha UMKM,” ujarnya.
Menurutnya, gula aren memiliki potensi besar untuk menjadi komoditas unggulan Kabupaten Probolinggo, terutama di wilayah sentra seperti Kecamatan Krucil dan Kotaanyar. “Ketersediaan bahan baku yang melimpah adalah peluang besar untuk mengembangkan industri gula aren, mulai dari gula cetak, gula semut hingga produk turunannya,” jelasnya.
Namun Aditia menekankan pengembangan komoditas ini harus dilakukan secara terpadu. “Diperlukan pendekatan yang terintegrasi agar gula aren mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan mendorong tumbuhnya pengusaha UMKM lokal,” terangnya.
Ia menegaskan program ini selaras dengan prioritas pembangunan daerah. “Pengembangan ekonomi berbasis desa melalui konsep SAE Ekonomi menjadi landasan penting dalam memperkuat UMKM lokal dan membangun desa tematik,” lanjutnya.
Melalui FGD pengembangan communal branding, Aditia berharap produk aren Kabupaten Probolinggo memiliki daya saing lebih tinggi. “Kami berharap forum ini dapat meningkatkan kualitas sekaligus nilai jual gula aren di pasar lokal maupun internasional melalui kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat,” tambahnya.
Sementara Kepala Bidang Produksi dan Restrukturisasi Usaha Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Susanti Widyastuti menegaskan sektor koperasi dan UMKM tetap menjadi penopang utama perekonomian daerah. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,22 persen pada triwulan III 2025 sebagai cerminan kuatnya kinerja usaha rakyat.
“Kontribusi koperasi dan UMKM mencapai 59,55 persen dari PDRB Jawa Timur. Angka ini menunjukkan besarnya potensi, namun kita harus jujur bahwa persaingan pasar semakin ketat dan dinamis. Karena itu UMKM dan koperasi wajib meningkatkan keterampilan serta inovasi produk agar mampu bersaing,” ujarnya.
Susanti menekankan pentingnya penguatan komoditas aren yang selama ini menjadi unggulan Jawa Timur. “Dengan lebih dari 1,2 juta pohon aren produktif, kita memiliki modal besar. Tetapi tantangan hulu seperti turunnya produksi nira dan minimnya regenerasi petani harus diselesaikan jika ingin keberlanjutan produksi,” jelasnya.
Menurutnya, peluang ekspor palm sugar sangat menjanjikan. “Permintaan dunia terhadap natural sweetener terus meningkat dua digit setiap tahun. Nilai ekspor gula aren Indonesia sudah menembus Rp 450 miliar pada 2024 dan Jawa Timur berkontribusi hampir 60 persen. Ini potensi besar yang tidak boleh kita lewatkan,” tambahnya.
Ia menjelaskan langkah pemerintah dalam penguatan branding. “Setelah berhasil membangun communal branding Javeast Coffee, kami kini merancang communal branding palm sugar. Kolaborasi lintas pihak sangat penting untuk membangun kualitas, kelembagaan koperasi hingga distribusi pasarnya,” ungkapnya.
Susanti berharap forum ini menjadi momentum memperkuat sinergi. “FGD ini adalah langkah awal untuk memastikan palm sugar Jawa Timur mampu menjadi produk unggulan yang berdaya saing tinggi, baik di pasar nasional maupun global,” pungkasnya. ( mel/fas)
